Bintan, Jurnalkota.co.id
Suasana khidmat menyelimuti geladak KRI Tjiptadi-381 di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Sabtu (28/3/2026). Di tengah deretan prajurit yang berdiri tegap, Komando Armada I kembali melakukan rotasi jabatan strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan unsur laut.
Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I, Kolonel Laut (P) Nopriadi, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan KRI Tjiptadi-381 yang berlangsung di RBU Geladak kapal perang tersebut.
Prosesi pergantian komando ini tidak sekadar seremoni rutin, melainkan bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Laut dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, sekaligus menyuntikkan semangat baru di lingkungan satuan.
Jabatan Komandan KRI Tjiptadi-381 resmi diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Fajar Adha kepada Letkol Laut (P) Yohanes Kristanto.
Fajar Adha selanjutnya akan mengemban tugas baru sebagai Pabandya Opssus Ban II Ops Sops Mabesal, sementara Yohanes Kristanto sebelumnya menjabat sebagai Komandan KRI Parang-647 di bawah jajaran Satkat Koarmada I.
Dalam amanatnya, Nopriadi menegaskan bahwa jabatan Komandan KRI merupakan amanah sekaligus kehormatan besar yang diberikan pimpinan TNI Angkatan Laut kepada perwira terpilih.
“Serah terima jabatan ini adalah bagian dari proses pembinaan organisasi. Tujuannya untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kinerja satuan agar tetap optimal,” kata Nopriadi.
Ia menambahkan, rotasi jabatan juga menjadi momentum penting untuk menghadirkan perspektif baru dalam pelaksanaan tugas, sekaligus memperkuat soliditas dan profesionalisme prajurit di lapangan.
Di tengah dinamika lingkungan strategis maritim yang terus berkembang, tantangan yang dihadapi unsur KRI disebut semakin kompleks. Mulai dari pengamanan wilayah perairan, penegakan hukum di laut, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman.
Karena itu, setiap Komandan KRI dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga kepemimpinan yang kuat dalam membina prajurit.
“Komandan harus mampu memastikan kesiapsiagaan unsur, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga kesiapan operasional dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Pergantian komando di atas kapal perang ini juga menjadi momen emosional bagi para prajurit. Sosok komandan lama yang telah memimpin berbagai operasi dan penugasan dilepas dengan penuh penghormatan, sementara komandan baru disambut dengan harapan dan kepercayaan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
KRI Tjiptadi-381 sendiri merupakan salah satu unsur kapal perang di bawah jajaran Koarmada I yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan barat yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional.
Dengan pergantian kepemimpinan ini, diharapkan kinerja satuan semakin optimal dan responsif dalam menghadapi dinamika tugas ke depan, sekaligus memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut nasional.










