Bintan, Jurnalkota.co.id
Rumah Sakit Jiwa Khusus Otak (RSJKO) Engku Haji Daud terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Inhouse Training (IHT) bertema “Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) pada Fasilitas Kesehatan” yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2027.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Rabu (30/7/2027), pelatihan diikuti tenaga kesehatan, tenaga medis, dan staf di lingkungan RSJKO Engku Haji Daud. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mempersiapkan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor pelayanan kesehatan.
Transformasi digital yang berkembang pesat telah membawa perubahan signifikan di berbagai bidang, termasuk layanan kesehatan. Kehadiran teknologi AI dinilai mampu membantu tenaga medis meningkatkan efektivitas kerja, mempercepat proses pelayanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan mengenai penerapan AI di lingkungan fasilitas kesehatan. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disertai contoh implementasi yang dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
Pelatihan menghadirkan Azmi Zuhdi Fabian Nur sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai peluang pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas.
Beberapa materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan AI dalam meningkatkan efisiensi administrasi rumah sakit, pengelolaan dan analisis data rekam medis, hingga penggunaan sistem pendukung keputusan klinis (clinical decision support system) yang dapat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan aspek etika, keamanan data pasien, serta perlindungan privasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Inhouse Training ini mendapat pendampingan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau. Hadir sebagai Penjamin Mutu, Herni Marina, yang bertugas memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan sesuai tujuan pembelajaran serta memenuhi standar pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
Keberadaan penjamin mutu menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas penyelenggaraan pelatihan agar materi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan organisasi dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Melalui proses evaluasi yang dilakukan selama pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami konsep pemanfaatan AI sekaligus mengimplementasikannya sesuai tugas dan fungsi masing-masing di lingkungan rumah sakit.
Pihak RSJKO Engku Haji Daud menilai peningkatan kompetensi SDM merupakan salah satu faktor utama dalam menghadapi tantangan transformasi digital di sektor kesehatan. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas pegawai akan terus menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan berkualitas.
Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuka berbagai peluang baru dalam dunia kesehatan, mulai dari pengelolaan data pasien, peningkatan akurasi diagnosis, pengaturan jadwal pelayanan, hingga pengembangan sistem informasi rumah sakit yang lebih terintegrasi.
Pemanfaatan AI juga diyakini mampu mengurangi beban administrasi tenaga kesehatan sehingga mereka dapat lebih fokus memberikan pelayanan langsung kepada pasien.
Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai berhak memperoleh Sertifikat Resmi Inhouse Training yang diterbitkan oleh BPSDM Provinsi Kepulauan Riau.
Sertifikat tersebut tidak hanya menjadi bukti keikutsertaan dalam pelatihan, tetapi juga dapat diklaim sebagai Jam Pelajaran (JP) Pengembangan Kompetensi Tahunan bagi pegawai sesuai ketentuan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
Pemberian sertifikat diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi lainnya yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui sinergi antara RSJKO Engku Haji Daud dan BPSDM Provinsi Kepulauan Riau, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kesehatan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Tidak hanya menguasai aspek pelayanan medis, tenaga kesehatan juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat pendukung dalam meningkatkan efektivitas kerja, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan layanan kesehatan yang lebih akurat, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dengan semakin meningkatnya kompetensi SDM di bidang teknologi digital, RSJKO Engku Haji Daud optimistis dapat terus menghadirkan inovasi pelayanan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin profesional, modern, dan berkualitas.









