Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Upaya menekan aksi balap liar terus dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang selama pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025. Pada Minggu dini hari (23/11/2025), puluhan remaja beserta kendaraan roda dua diamankan dalam patroli di Jalan Dompak dan Jalan Basuki Rahmat.
Operasi yang berlangsung sejak 17 hingga 30 November itu dipimpin Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang AKP Arbi Guna Bimantara, dengan dukungan personel POMAL Koarmada I. Selain penindakan, operasi ini juga menekankan pembinaan kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam aktivitas balap liar.
Dari hasil patroli, tercatat 32 kendaraan diamankan karena diduga terlibat aksi balap liar. Warga di sekitar Jalan Basuki Rahmat mengaku resah karena lokasi itu kerap dijadikan arena balapan setiap malam minggu.
“Aksi balap liar ini menjadi atensi kami karena banyaknya aduan masyarakat yang masuk ke call center 110 maupun media sosial,” ujar AKP Arbi.
Para pelaku dikenai tilang manual. Dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2025, Kakorlantas Polri memberikan instruksi khusus untuk menekan praktik balap liar hingga mencapai zero kasus, terutama menjelang Operasi Lilin 2025–2026.
“Operasi Zebra ini kita laksanakan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap aturan hukum di jalan raya. Tahun ini salah satu fokus utama kami adalah menertibkan balap liar menuju zero kasus,” kata Arbi.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap pelajar menjadi langkah penting untuk mencegah keterlibatan mereka dalam aksi yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Harapan kami, anak-anak ini adalah generasi penerus yang harus kita jaga. Kami sudah sering memberikan imbauan ke sekolah-sekolah melalui kegiatan Polisi Menyapa, serta berkoordinasi dengan guru dan orang tua untuk mencegah aksi balap liar,” ujarnya.
Balap liar masih menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas, terutama di kawasan Dompak dan Jalan Basuki Rahmat yang kerap dijadikan lintasan. Melalui operasi ini, Satlantas Polresta Tanjungpinang berharap angka pelanggaran dapat ditekan dan keselamatan masyarakat semakin meningkat.
Operasi Zebra Seligi 2025 akan berlangsung hingga 30 November, dengan pengawasan diperketat di titik-titik rawan yang berpotensi dijadikan arena balap liar.








