Jakarta, Jurnalkota.co.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Barat memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, perundungan (bullying), dan kenakalan remaja kepada peserta didik baru di Sekolah Sumpah Pemuda, Jalan Joglo Raya, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, sebagai narasumber dengan materi bertajuk Bahaya NAPZA dan Fenomena Sosial Perilaku Remaja. Hadir pula pengurus Yayasan Al-Mujahidin serta jajaran guru SMP, SMA, dan SMK Sumpah Pemuda.
Dalam paparannya, Herry menegaskan bahwa MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga momentum untuk membangun karakter dan menanamkan kesadaran kepada siswa agar menjauhi berbagai perilaku negatif.
“MPLS bukan hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga momentum untuk membekali para siswa dengan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran dalam menjauhi NAPZA serta berbagai perilaku negatif,” kata Herry.
Ia mengingatkan para siswa agar menghindari penyalahgunaan narkotika, tawuran, perundungan, hingga pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.
Dalam kesempatan itu, Herry juga memperkenalkan tugas dan fungsi Satpol PP sebagai aparat penegak Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah, penjaga ketenteraman dan ketertiban umum, serta pelindung masyarakat.
Menurut dia, Satpol PP tidak hanya menjalankan fungsi penegakan aturan, tetapi juga memiliki peran edukatif melalui pembinaan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Selain mengingatkan bahaya narkoba, Herry mengajak para siswa memanfaatkan teknologi secara bijak, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki semangat meraih cita-cita sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Jauhi tawuran, bullying, dan narkoba. Fokuslah belajar, banggakan orang tua, serta jangan mudah terpengaruh lingkungan yang membawa dampak buruk. Masa depan bangsa ada di tangan kalian,” ujarnya.
Ia berharap Yayasan Pendidikan Sumpah Pemuda terus melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Herry menambahkan, Satpol PP Jakarta Barat akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui program pembinaan karakter guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.
“Kami mengapresiasi Yayasan Pendidikan Sumpah Pemuda yang telah membuka ruang bagi Satpol PP untuk berbagi edukasi kepada para siswa. Semoga sinergi ini terus berlanjut dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Sumpah Pemuda, H. Marali, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Satpol PP Jakarta Barat dalam rangkaian kegiatan MPLS. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan untuk membangun karakter peserta didik baru sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap bahaya penyimpangan sosial.
“Kami berharap pembekalan ini menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar,” ujar Marali.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














