Bintan, Jurnalkota.co.id
Respons cepat Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Bintan bersama tim gabungan berhasil menyelamatkan seorang nelayan yang hanyut di Perairan Pulau Putus, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Selasa (7/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut dan langsung dievakuasi menuju daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Keberhasilan operasi penyelamatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Korban diketahui bernama Septua Gusman Daeli, seorang nelayan asal Kampung Bugis, Kecamatan Bintan Utara. Berkat kesigapan personel Satpolairud Polres Bintan yang bergerak segera setelah menerima laporan, nyawa korban berhasil diselamatkan dan kini telah kembali berkumpul bersama keluarganya dalam keadaan selamat.
Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana melalui Pelaksana Sementara (P.S.) Kasatpolairud Polres Bintan IPTU Syafril mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima informasi dari keluarga korban yang melaporkan bahwa seorang nelayan belum kembali dari melaut dan diduga hanyut di perairan sekitar Pulau Putus.
Menurut Syafril, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga setiap laporan yang berkaitan dengan kondisi darurat selalu ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi lintas instansi.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami. Begitu menerima informasi adanya warga yang hanyut dan membutuhkan pertolongan di laut, personel Satpolairud langsung kami kerahkan untuk melakukan pencarian bersama Basarnas Tanjungpinang dan KPLP Tanjung Uban,” ujar Syafril.
Operasi pencarian kemudian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di perairan yang diduga menjadi lokasi hanyutnya korban. Tim gabungan memanfaatkan informasi dari keluarga, nelayan setempat, serta koordinat yang diperoleh untuk mempersempit area pencarian.
Pencarian dilakukan menggunakan kapal patroli dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel mengingat kondisi perairan yang cukup dinamis. Sinergi antara Satpolairud Polres Bintan, Basarnas Tanjungpinang, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Uban menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban di sekitar titik koordinat 1°8.217′ LU – 104°14.940′ BT dalam keadaan selamat meski tampak kelelahan setelah beberapa waktu terombang-ambing di laut.
Sesaat setelah ditemukan, personel Satpolairud bersama tim gabungan segera memberikan pertolongan pertama guna memastikan kondisi fisik korban tetap stabil. Korban kemudian dievakuasi menggunakan kapal menuju Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Uban.
Sekitar pukul 15.00 WIB, korban tiba dengan selamat di pangkalan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang sejak awal menunggu dengan penuh harap. Suasana haru pun tak dapat disembunyikan ketika keluarga akhirnya dapat kembali bertemu dengan korban dalam keadaan selamat.
Syafril mengatakan keberhasilan proses evakuasi tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antarinstansi dalam penanganan situasi darurat di wilayah perairan. Ia juga mengapresiasi dukungan Basarnas, KPLP, serta masyarakat yang turut memberikan informasi selama proses pencarian berlangsung.
Menurutnya, wilayah perairan Kabupaten Bintan memiliki aktivitas pelayaran dan perikanan yang cukup tinggi sehingga kesiapsiagaan personel Satpolairud menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pesisir maupun para nelayan.
Ia juga mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, memastikan perlengkapan keselamatan tersedia di atas kapal, serta segera menghubungi aparat apabila mengalami keadaan darurat di laut.
“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut. Pastikan kondisi cuaca mendukung, gunakan alat keselamatan, dan jangan ragu segera melapor apabila membutuhkan bantuan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Keberhasilan penyelamatan tersebut kembali menunjukkan peran Polri yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Respons cepat personel Satpolairud Polres Bintan bersama tim gabungan menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan secara profesional, humanis, dan responsif.
Atas keberhasilan penyelamatan itu, keluarga Septua Gusman Daeli menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Satpolairud Polres Bintan, Basarnas Tanjungpinang, dan KPLP Tanjung Uban yang telah bekerja tanpa mengenal waktu demi menyelamatkan anggota keluarga mereka. Bagi keluarga korban, dedikasi dan kecepatan tim gabungan menjadi harapan yang berbuah kebahagiaan karena korban akhirnya dapat kembali pulang dengan selamat.









