Kuantan Singingi, Jurnalkota.co.id
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, tidak hanya menjadi ajang refleksi dunia pendidikan, tetapi juga momentum apresiasi bagi generasi muda berprestasi.

Usai pelaksanaan upacara di Lapangan Upacara Pemerintah Daerah Kuansing, Senin (4/5/2026) pagi, Pemerintah Kabupaten Kuansing memberikan penghargaan kepada Shanum Zahsy Askanah (8), peraih Juara 2 ajang Hafidz Indonesia yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Zulkarnain, M.Si.
Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, pelajar, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Zulkarnain menyampaikan rasa bangga atas capaian Shanum yang dinilai menjadi simbol potensi besar anak-anak daerah.
“Prestasi ananda Shanum merupakan bukti nyata bahwa anak-anak Kuansing mampu bersaing di tingkat nasional. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Zulkarnain.
Ia menegaskan, keberhasilan Shanum tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi anak-anak, baik di bidang akademik maupun keagamaan.
“Momentum Hardiknas ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Shanum telah menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan prestasi,” katanya.
Shanum yang masih duduk di bangku kelas 3 SDIT An-Najiyah itu dikenal sebagai sosok anak yang tekun dan disiplin dalam menghafal Al-Qur’an. Keberhasilannya meraih posisi kedua dalam ajang Hafidz Indonesia menjadi pencapaian luar biasa, mengingat kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Di balik prestasi tersebut, terdapat peran besar keluarga dalam mendampingi proses belajar Shanum sejak usia dini.
Orang tua Shanum, Vito Fharnenko, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian putrinya sekaligus apresiasi dari pemerintah daerah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran pemerintah daerah atas penghargaan ini. Ini menjadi penyemangat bagi Shanum untuk terus belajar dan meningkatkan hafalannya,” ujar Vito.
Ia menuturkan, proses menghafal Al-Qur’an telah dimulai sejak Shanum berusia 4 tahun. Metode yang digunakan cukup sederhana, yakni dengan membiasakan anak mendengarkan murotal Al-Qur’an secara rutin, disertai dengan kegiatan murojaah atau pengulangan hafalan setiap hari.
“Sejak kecil, kami biasakan Shanum mendengar murotal. Dari situ, perlahan ia mulai menghafal. Kuncinya ada pada konsistensi dan kesabaran dalam mendampingi anak,” jelasnya.
Menurut Vito, dukungan lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam membangun kedisiplinan anak dalam belajar, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an yang membutuhkan ketekunan tinggi.
Ia juga berharap, prestasi Shanum dapat menjadi inspirasi bagi para orang tua lainnya untuk lebih memperhatikan pendidikan agama anak sejak dini.
“Kami mengajak para orang tua agar tidak ragu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak kecil. Dengan kesabaran, konsistensi, dan doa, insyaallah anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang membanggakan, baik bagi keluarga maupun daerah,” ujarnya.
Pemberian penghargaan kepada Shanum pada momen Hardiknas ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi unggul.
Di tengah tantangan perkembangan zaman, kisah Shanum menjadi pengingat bahwa prestasi besar dapat lahir dari proses sederhana yang dijalani dengan tekun, konsisten, dan penuh dukungan keluarga.








