Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengikuti secara daring kegiatan serah terima bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berupa sapi kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang digelar Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia itu diikuti Raja Ariza dari Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat menyerahkan bantuan sapi kurban Presiden kepada seluruh daerah di Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap pengembangan peternakan lokal.
Melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Presiden Republik Indonesia menekankan agar sapi bantuan yang telah diserahterimakan dapat dirawat dan dijaga dengan baik hingga waktu penyembelihan. Hal itu penting untuk memastikan kondisi hewan kurban tetap sehat, layak, dan memenuhi standar kualitas saat didistribusikan kepada masyarakat.
Selain itu, Presiden juga mendorong pemerintah daerah bersama para peternak untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak sapi di masing-masing wilayah. Upaya tersebut dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sektor peternakan rakyat.
“Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung pengembangan peternakan lokal agar mampu menghasilkan ternak berkualitas dan berdaya saing,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Presiden juga berharap penyaluran sapi kurban dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya warga di sekitar masjid penerima bantuan, sehingga nilai sosial dan semangat kebersamaan pada momentum Iduladha semakin terasa.
Pada tahun ini, sebanyak 552 daerah yang terdiri dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota menerima bantuan sapi kurban Presiden. Hewan kurban tersebut nantinya akan disalurkan ke masjid-masjid yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Jumlah bantuan sapi kurban tahun ini mencapai 598 ekor atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kondisi tertentu, seperti keterbatasan geografis dan minimnya ketersediaan sapi dengan bobot sesuai ketentuan, terdapat 46 daerah yang menerima dua ekor sapi dengan total bobot setara 800 hingga 1.000 kilogram.
Sementara itu, sapi bantuan dengan bobot terbesar mencapai 1,3 ton yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Program bantuan kemasyarakatan ini juga melibatkan sedikitnya 525 peternak dari berbagai daerah di Indonesia sebagai penyedia hewan kurban.
Usai mengikuti kegiatan, Raja Ariza menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah melalui program bantuan sapi kurban Presiden.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus bagi pertumbuhan sektor peternakan lokal.
“Program ini bukan hanya bentuk bantuan sosial, tetapi juga menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya. Dampaknya tentu diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Raja Ariza.
Ia juga berharap proses distribusi bantuan sapi kurban di Kota Tanjungpinang dapat berjalan lancar dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga bantuan sapi kurban dari Presiden ini dapat didistribusikan dengan maksimal dan sampai kepada masyarakat yang berhak menerima,” harapnya.














