Bintan, Jurnalkota.co.id
Komando Armada I (Koarmada I) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi jabatan sejumlah komandan kapal perang. Tiga jabatan strategis Komandan Kapal Republik Indonesia (KRI) resmi diserahterimakan dalam upacara yang digelar di Mako Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Rabu (1/4/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satkat Koarmada I, Letkol Laut (P) Anro Casanova, dan diikuti jajaran prajurit TNI Angkatan Laut di lingkungan Satkat Koarmada I.
Tiga jabatan yang diserahterimakan yakni Komandan KRI Siwar-646, KRI Kujang-647, dan KRI Halasan-630. Rotasi ini merupakan bagian dari pembinaan personel sekaligus upaya menjaga dinamika organisasi agar tetap adaptif dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Pada jabatan Komandan KRI Siwar-646, tongkat komando diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Maladi Hanjayani, kepada Letkol Laut (P) Mintono Hadi Suwanto. Selanjutnya, Maladi dipercaya menempati jabatan baru sebagai Komandan KRI Halasan-630.
Sementara itu, Letkol Laut (P) Mintono Hadi Suwanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Komunikasi (Kasi Kom) Subdis Bangkom Diskomlekal Mabesal.
Adapun jabatan Komandan KRI Halasan-630 diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Dwi Danang Suharnowo, kepada Letkol Laut (P) Maladi Hanjayani. Dwi Danang selanjutnya akan mengemban tugas baru sebagai Pabadya-2 Renstra Reban I Jakrenstra Mabes TNI.
Selain itu, jabatan Komandan KRI Kujang-647 diserahterimakan dari Letkol Laut (P) Fa’iq Muntaz Muhammad, kepada Letkol Laut (P) Wisnu Kristiawan, S.T. Fa’iq selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Perwira Menengah (Pamen) Denma Koarmada I, sementara Wisnu sebelumnya menjabat sebagai Palaksa Lanal Banjarmasin Koarmada II.
Dalam amanatnya, Dansatkat Koarmada I Letkol Laut (P) Anro Casanova menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika organisasi.
Menurut dia, rotasi jabatan tidak hanya dimaknai sebagai pergantian personel semata, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan dan kehormatan dari pimpinan kepada perwira yang dinilai mampu mengemban tugas dan tanggung jawab yang lebih besar.
“Serah terima jabatan Komandan KRI merupakan wujud kepercayaan dan kehormatan dari pimpinan TNI Angkatan Laut. Ini juga menjadi bagian dari pembinaan personel untuk meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui rotasi jabatan diharapkan tercipta suasana baru yang dapat mendorong semangat kerja serta inovasi di lingkungan Satkat Koarmada I.
Lebih jauh, Anro menekankan bahwa tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks, seiring dengan dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang dan sulit diprediksi.
Oleh karena itu, setiap Komandan KRI dituntut untuk mampu menjaga kesiapsiagaan unsur, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memastikan setiap operasi berjalan secara optimal.
“Komandan KRI harus mampu membina prajuritnya agar memiliki semangat juang tinggi, disiplin, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah perairan Indonesia,” kata dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya soliditas dan kerja sama tim dalam setiap pelaksanaan tugas, mengingat kapal perang merupakan satuan tempur yang menuntut koordinasi tinggi antarawak.
Rotasi jabatan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja satuan kapal cepat Koarmada I dalam menjaga keamanan laut, khususnya di wilayah perairan strategis yang menjadi tanggung jawabnya.
Dengan adanya penyegaran kepemimpinan ini, Koarmada I diharapkan semakin siap menjalankan tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di kawasan perairan barat Indonesia yang memiliki nilai strategis tinggi.
Upacara serah terima jabatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masing-masing KRI.








