Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni Lis Darmansyah, meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 5 Tanjungpinang, Senin (20/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan MPLS berlangsung sesuai prinsip ramah anak dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan.
Peninjauan ini juga menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap pelaksanaan MPLS yang tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter peserta didik sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan baru.
Dalam kesempatan itu, Weni berinteraksi langsung dengan siswa baru, guru, serta jajaran sekolah. Ia memberikan motivasi kepada para peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin pertemanan yang sehat, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
Menurut Weni, masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan dari seluruh elemen sekolah agar siswa merasa nyaman dan percaya diri menjalani proses pembelajaran.
“Hari ini saya meninjau SMP Negeri 5 untuk memberikan motivasi agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter. Tentunya MPLS bukan hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para siswa sejak hari pertama mereka menempuh pendidikan,” ujar Weni.
Ia menegaskan, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga setiap anak merasa diterima tanpa adanya diskriminasi maupun tindakan yang mengarah pada perundungan.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang positif akan membantu peserta didik lebih mudah beradaptasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendorong mereka untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Karena itu, Weni mengajak seluruh tenaga pendidik, orang tua, dan siswa untuk bersama-sama menjaga iklim sekolah yang saling menghargai, menghormati perbedaan, serta mengedepankan nilai-nilai kebersamaan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 5 Tanjungpinang, Muhammad Dirman, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 berlangsung selama lima hari dengan berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah siswa baru yang telah terdaftar sebanyak 219 orang dari kuota penerimaan sebanyak 320 siswa. Dengan demikian, sekolah masih membuka kesempatan bagi calon peserta didik yang ingin bergabung sesuai ketentuan yang berlaku.
“Untuk siswa baru SMP Negeri 5 masih tersedia sekitar 100 kursi. Namun demikian, kami tetap melaksanakan MPLS bersama 219 siswa yang telah terdaftar. Kami berharap seluruh peserta didik, khususnya siswa kelas VII, dapat memanfaatkan MPLS ini dengan sebaik-baiknya bersama bapak dan ibu guru maupun kakak kelas. Jadikan kesempatan ini untuk mengenal lingkungan sekolah, mengembangkan potensi diri, serta menjaga akhlak selama berada di lingkungan sekolah,” kata Dirman.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian MPLS disusun sesuai pedoman dari Kementerian Pendidikan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, tanpa adanya praktik kekerasan maupun kegiatan yang bersifat merendahkan peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, fasilitas pembelajaran, organisasi siswa, hingga berbagai program pengembangan karakter yang akan dijalankan selama masa pendidikan di SMP Negeri 5.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan, etika dalam berinteraksi, pemanfaatan media digital secara bijak, serta upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berharap pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah dapat menjadi awal yang baik bagi peserta didik untuk menjalani proses pendidikan. Melalui lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif, diharapkan para siswa mampu berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, disiplin, serta mampu menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi Kota Tanjungpinang.








