Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).
Rakor tersebut juga membahas kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan penyediaan 3 juta rumah.
Dalam kegiatan tersebut, Tito Karnavian didampingi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam arahannya, Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Desember 2025 hingga Januari 2026 yang berada di kisaran 3,55 persen.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan inflasi nasional berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen.
“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito Karnavian.
Menurut Tito Karnavian, penyumbang utama inflasi secara yoy berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,66 persen, termasuk di dalamnya kenaikan harga emas yang dipengaruhi kondisi global seperti konflik internasional.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga menyumbang inflasi sebesar 16,19 persen yang dipengaruhi faktor subsidi energi pada Januari–Februari tahun sebelumnya.
Inflasi Kepri Masih Terkendali
Meski demikian, Tito Karnavian menilai kondisi inflasi di Provinsi Kepulauan Riau masih terkendali dengan baik. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kepri tercatat sebesar 0,7 persen, sementara inflasi berada di angka 3,54 persen.
“Inflasi Kepri berada di angka 3,54 persen. Ini cukup baik dan masih terkendali,” kata Tito Karnavian.
Ia menambahkan, komoditas yang memberi kontribusi inflasi di Kepulauan Riau antara lain emas perhiasan dengan kontribusi sekitar 0,15 persen serta angkutan udara.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Kepulauan Riau juga menunjukkan tren positif. Tito Karnavian menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV 2025 tercatat 5,39 persen, sementara Kepulauan Riau mampu mencapai 7,89 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional,” ujar Tito Karnavian.
Realisasi Belanja Daerah Masih Rendah
Tito Karnavian juga menyoroti realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau hingga 6 Maret 2026 yang tercatat sebesar 16,97 persen. Namun, realisasi belanja daerah baru mencapai 4,45 persen sehingga perlu didorong agar lebih optimal.
Selain itu, Mendagri mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Diperkirakan arus mudik mulai terjadi pada 16 Maret 2026, seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA), sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026.
“Menjelang hari raya, banyak persoalan yang harus diantisipasi secara bersama oleh kepala daerah, mulai dari stabilitas harga barang, kesiapan infrastruktur, pengaturan arus mudik dan balik, hingga pengamanan pelaksanaan ibadah,” kata Tito Karnavian.
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Positif
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau menunjukkan tren positif sejak kuartal II hingga kuartal IV 2025.
Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif, bahkan sebagian besar berada di atas rata-rata nasional.
“Selamat kepada Pak Gubernur atas kinerja pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. Tercatat lima kabupaten/kota di Kepri tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujar Amalia.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kita bersyukur inflasi Kepulauan Riau masih terkendali dengan baik dan pertumbuhan ekonomi juga berada di atas rata-rata nasional,” ujar Ansar Ahmad.
Ia menegaskan Pemprov Kepri akan terus memperkuat pengendalian inflasi serta memastikan kesiapan daerah menghadapi momentum Idulfitri.
“Kita akan terus memperkuat sinergi dengan kabupaten/kota, Forkopimda, serta instansi terkait agar stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan lancar,” kata Ansar Ahmad.








