Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kecamatan Grogol Petamburan menggelar operasi penertiban di tujuh titik yang dinilai rawan praktik premanisme, Selasa (3/3/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Sejumlah aktivitas yang dilaporkan antara lain menjadi “Pak Ogah”, pedagang asongan yang memaksa, hingga menahan laju kendaraan di persimpangan jalan. Warga juga mengeluhkan tindakan yang dinilai mengarah pada intimidasi, seperti menggores kendaraan serta menyebabkan kemacetan.
Operasi terpadu itu melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial. Dari hasil penyisiran di tujuh lokasi, petugas menjangkau tujuh orang yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.
Ketujuh orang tersebut selanjutnya dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.
Wakil Camat Grogol Petamburan, RM Pradana, mengatakan penertiban dilakukan untuk memastikan ruang publik tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Kami ingin memastikan ruang publik di Grogol Petamburan tetap aman dan nyaman bagi semua,” ujar Pradana.
Ia menambahkan, operasi serupa akan dilakukan secara berkala guna mencegah praktik yang meresahkan kembali muncul di wilayah tersebut.
Sejumlah warga menyambut positif langkah aparat gabungan tersebut dan berharap pengawasan terus ditingkatkan agar ketertiban umum tetap terjaga.
Penulis: Awal
Editor: Antoni












