Ulama Lebak Ajak Arab Saudi dan Houthi Tempuh Dialog demi Perdamaian

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, Banten, KH Hasan Basri, mengajak pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk mengedepankan dialog serta membangun perdamaian dalam menyelesaikan konflik yang telah berlangsung. Menurutnya, penyelesaian secara damai merupakan jalan terbaik untuk menghindari dampak kemanusiaan yang lebih luas.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Rangkasbitung itu mengatakan, konflik yang berkepanjangan hanya akan membawa penderitaan, kerugian, dan ketidakstabilan, baik bagi masyarakat di kawasan maupun terhadap kondisi global.

“Kita berharap kedua pihak yang sama-sama beragama Islam dapat menyelesaikan setiap perselisihan melalui jalan damai dan persaudaraan sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat ayat 10,” kata KH Hasan Basri di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (31/7/2026).

Menurut Hasan, Islam mengajarkan pentingnya persaudaraan dan penyelesaian perselisihan melalui musyawarah. Karena itu, setiap konflik seharusnya diupayakan penyelesaiannya dengan mengedepankan dialog dan saling menghormati.

Ia berharap pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi dapat membangun rekonsiliasi politik demi mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.

“Perang atau konflik hanya akan membawa kemudaratan dan kesengsaraan. Karena itu, kedua belah pihak perlu mencari jalan tengah yang mengedepankan kemaslahatan bersama,” ujarnya.

Hasan menilai persatuan menjadi salah satu nilai utama dalam ajaran Islam. Dengan menjaga persaudaraan, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa harus menimbulkan korban maupun kerusakan yang lebih besar.

Menurut dia, konflik yang terjadi tidak hanya berdampak pada masyarakat di wilayah yang berkonflik, tetapi juga memengaruhi stabilitas kawasan, jalur perdagangan internasional, hingga kondisi perekonomian global.

Karena itu, ia berharap konflik tersebut tidak terus berlarut-larut dan dapat segera diakhiri melalui proses perundingan yang menghasilkan kesepakatan damai.

“Saya berharap konflik ini dapat segera diselesaikan melalui dialog sehingga tercipta perdamaian dan persatuan,” katanya.

Hasan juga menilai Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki posisi yang dapat berkontribusi dalam mendukung berbagai upaya perdamaian internasional.

“Saya kira Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia tentu siap mendukung setiap langkah perdamaian agar kedua belah pihak menghentikan konflik,” ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi Fatwa MUI Banten, Hasan mengatakan ajaran Islam mengingatkan umat untuk menjauhi sikap yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, kebencian dan iri hati merupakan dua faktor yang kerap menjadi pemicu munculnya konflik di tengah umat.

Karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memperkuat persaudaraan sebagai fondasi kehidupan yang damai.

“Kedua sifat itu harus dihilangkan agar tercipta kehidupan yang rukun, harmonis, saling menghormati, dan saling menghargai,” kata Hasan.

Ia mengaku prihatin atas konflik yang masih berlangsung dan berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta memilih jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian.

“Kita sangat prihatin melihat konflik yang terjadi. Mudah-mudahan perang dapat segera dihentikan sehingga perdamaian dapat terwujud demi kemaslahatan umat manusia,” ujar Hasan.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *