Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta memberikan penghargaan kepada jajaran Bea dan Cukai Tanjungpinang atas kontribusi dan kolaborasi dalam pengungkapan kasus tindak pidana narkotika seberat 2,7 kilogram di wilayah hukumnya, Selasa (21/4/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel yang digelar di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta dan dihadiri Kepala Bea dan Cukai Tanjungpinang Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, para pejabat utama Polresta, personel kepolisian, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polresta Tanjungpinang.
Dalam kesempatan itu, sejumlah personel Bea dan Cukai menerima penghargaan atas peran aktif mereka dalam membantu aparat kepolisian mengungkap jaringan peredaran narkotika. Kapolresta menilai, kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang yang memiliki wilayah perbatasan strategis.
Indra Ranu Dikarta menegaskan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, bahkan berdampak luas terhadap masa depan generasi bangsa.
“Permasalahan narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman terhadap keberlangsungan bangsa. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama lintas instansi,” ujar Indra dalam amanatnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan Polresta Tanjungpinang tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tanjungpinang yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengawasan jalur masuk barang dari luar negeri.
“Pada kesempatan ini kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bea dan Cukai Tanjungpinang atas dedikasi, profesionalisme, serta sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik,” kata dia.
Menurut Indra, kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, terutama di wilayah kepulauan yang rawan menjadi jalur penyelundupan.
Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga dapat memotivasi seluruh pihak untuk terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika secara berkelanjutan.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Indra.
Dengan adanya kerja sama yang solid antara aparat penegak hukum dan instansi terkait, diharapkan peredaran narkotika di wilayah Tanjungpinang dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi masyarakat.














