Jakarta, Jurnalkota.co.id
Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V terus memperkuat budaya peduli lingkungan dengan mengintensifkan sosialisasi kepada seluruh penghuni rumah susun agar membiasakan memilah sampah sejak dari unit hunian masing-masing. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen UPRS V dalam mewujudkan kawasan rumah susun yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, UPRS V tidak hanya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga menyediakan fasilitas khusus berupa tempat pemilahan sampah di area penampungan bagi warga yang belum sempat memilah sampah dari rumah.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan penghuni, pengelola juga melengkapi area pemilahan dengan toren air yang dapat dimanfaatkan warga untuk mencuci tangan setelah selesai memilah sampah.
Kepala UPRS V, Muhammad Ali, mengatakan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif seluruh penghuni rumah susun.
Menurutnya, budaya memilah sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan.
“Kami terus mengedukasi warga agar membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Namun, apabila belum sempat melakukannya, warga dapat memanfaatkan tempat pemilahan sampah yang telah kami sediakan di lokasi penampungan. Kami juga menyediakan toren air sebagai fasilitas mencuci tangan setelah memilah sampah agar kebersihan dan kesehatan tetap terjaga,” ujar Muhammad Ali, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, penyediaan sarana tersebut merupakan bentuk komitmen UPRS V dalam memberikan kemudahan kepada penghuni untuk menerapkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan.
Muhammad Ali menjelaskan, sampah yang telah dipilah akan lebih mudah dikelola sesuai jenisnya. Selain dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), pemilahan juga membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis melalui proses daur ulang.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dari lingkungan tempat tinggal.
Seiring berjalannya program tersebut, antusiasme penghuni rumah susun terus menunjukkan peningkatan. Semakin banyak warga yang mulai terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke lokasi penampungan.
Pengelola optimistis, apabila dilakukan secara konsisten dan didukung seluruh penghuni, budaya memilah sampah akan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah susun.
UPRS V menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan semata menjadi tanggung jawab pengelola, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh penghuni. Dengan kerja sama yang baik antara pengelola dan masyarakat, kawasan rumah susun diharapkan dapat menjadi contoh permukiman yang bersih, sehat, nyaman, serta berkelanjutan.
Melalui program ini, UPRS V juga berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan hunian yang lebih asri, sehat, dan berkualitas bagi seluruh penghuni.
Penulis: Awal
Editor: Antoni












