Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau langsung pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Batu 10, Kota Tanjungpinang, Senin (25/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) berjalan optimal di daerah, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana.
Dalam peninjauan itu, Isyana melihat langsung proses pelayanan pemasangan alat kontrasepsi serta berdialog dengan para akseptor yang mengikuti program KB MKJP.
Tercatat sebanyak 24 peserta mengikuti pelayanan tersebut, terdiri dari 22 akseptor pemasangan implan dan dua akseptor alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
Menurut Isyana, program keluarga berencana saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas keluarga Indonesia.
“Pembangunan keluarga harus dimulai dari keluarga yang sehat dan terencana. Karena itu, akses pelayanan KB, khususnya MKJP, perlu terus diperkuat di daerah,” kata Isyana.
Ia menjelaskan, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang menjadi salah satu langkah efektif membantu pasangan usia subur merencanakan kehamilan secara aman, sehat, dan terukur.
Selain itu, perencanaan keluarga dinilai berpengaruh besar terhadap kesehatan ibu dan anak, kesiapan pendidikan anak, hingga stabilitas ekonomi rumah tangga.
“Ketika keluarga mampu merencanakan kehidupan dengan baik, maka kualitas hidup keluarga juga akan meningkat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Isyana turut didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Victor Palimbong, Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam.
Rustam mengatakan minat masyarakat terhadap pelayanan KB MKJP di Kota Tanjungpinang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga demi masa depan yang lebih baik.
“Kesadaran masyarakat semakin baik. Mereka mulai memahami bahwa keluarga yang direncanakan akan lebih siap menghadapi kebutuhan kesehatan, pendidikan anak, dan ekonomi keluarga,” kata Rustam.
Sementara itu, Victor Palimbong menegaskan pelayanan KB di daerah harus terus diperkuat agar masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau semakin mudah memperoleh akses layanan keluarga berencana.
Ia menyebut dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan KB di Kepri.
“Kami berharap pelayanan KB MKJP terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses layanan keluarga berencana,” ujar Victor.









