Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai diintegrasikan dengan skrining tuberkulosis (TBC).
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memeriksakan kondisi kesehatan secara umum sekaligus menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi TBC sejak dini.
Pelaksanaan CKG terintegrasi skrining TBC itu ditinjau Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Posyandu Kencana, Kelurahan Kampung Baru, Kota Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026).
Benjamin mengatakan, CKG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum mengalami keluhan atau terserang penyakit.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan sejak dini penting dilakukan karena sejumlah penyakit bisa berkembang tanpa disadari penderitanya.
“Program prioritas pertama adalah melakukan cek kesehatan gratis. Sekarang sudah hampir 90 juta orang yang melakukan CKG,” kata Benjamin.
Pemeriksaan dalam program CKG meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, lingkar perut, serta sejumlah pemeriksaan lainnya. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menemukan faktor risiko maupun gangguan kesehatan.
Benjamin mencontohkan adanya peserta CKG yang secara fisik terlihat sehat. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, peserta tersebut diketahui mengalami pembengkakan jantung.
Temuan itu, menurut dia, menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun seseorang merasa sehat dan belum mengalami gejala tertentu.
Dengan pemeriksaan sejak dini, gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah tinggi dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
“Kalau punya darah tinggi, ya tinggal diobati. Punya kolesterol tinggi, ya diobati. Gula darah tinggi juga tinggal diobati. Jadi, kita bisa hidup sehat dan berumur panjang,” ujarnya.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, layanan CKG di Tanjungpinang juga diintegrasikan dengan skrining TBC. Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi sinar-X untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada paru-paru.
Benjamin mengatakan, deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan TBC. Warga yang terindikasi mengidap TBC dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan memperoleh pengobatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan. Sebab, TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan apabila ditemukan dan ditangani dengan tepat.
“Kalau ada TBC, itu bisa diobati. Obatnya lengkap dan gratis,” kata Benjamin.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, integrasi CKG dengan skrining TBC membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan, pemerintah akan membantu proses pemeriksaan lanjutan dan pengobatannya.
“Kalau nanti dari hasil pemeriksaan ada yang kurang atau perlu ditindaklanjuti, pemerintah akan membantu mengobatinya,” ujar Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad juga mengajak masyarakat menyampaikan informasi mengenai layanan CKG kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengapresiasi kunjungan Wamenkes yang meninjau langsung pelaksanaan CKG dan skrining TBC di Tanjungpinang.
Menurut Raja Ariza, kehadiran pemerintah pusat menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pencegahan penyakit di daerah.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut dengan mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Warga juga diminta menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit.
“Tujuan CKG adalah agar masyarakat Tanjungpinang berumur panjang dalam keadaan sehat. Jaga pola hidup sehat dan selalu bahagia,” tutur Raja Ariza.
Pelaksanaan CKG terintegrasi skrining TBC di Posyandu Kencana merupakan kegiatan di lokasi keempat sejak program tersebut dimulai pada Rabu (9/9/2026).
Pemeriksaan yang diberikan kepada masyarakat meliputi pengukuran berat badan, tekanan darah, lingkar perut, kadar gula darah, serta skrining TBC menggunakan sinar-X. Program itu diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.









