Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, menerima kunjungan Ketua IKKT Pragati Widianggi Cabang BS Kogabwilhan I, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo, dalam rangka membahas inovasi pengelolaan air bersih, limbah, dan sampah berkelanjutan, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kawasan Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak, itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat. Kunjungan tersebut menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam menghadapi persoalan lingkungan yang kian kompleks.
Dalam kesempatan itu, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo menjelaskan bahwa kunjungannya tidak hanya bersifat silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya berbagi pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Ia mengungkapkan, sejak 2015 pihaknya telah mengembangkan berbagai pendekatan berbasis teknologi dan riset, mulai dari pemanfaatan gen hayati hingga penggunaan mikroba untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
“Salah satu tantangan yang masih kita hadapi di masyarakat adalah kebiasaan membakar lahan untuk mempercepat proses. Padahal, ada banyak alternatif yang lebih ramah lingkungan dan justru memberikan nilai tambah,” ujarnya.
Menurutnya, limbah dan sampah tidak selalu menjadi masalah apabila dikelola secara tepat. Bahkan, keduanya dapat diolah menjadi sumber energi maupun produk bernilai ekonomi.
“Pada dasarnya, limbah dan sampah akan memberikan manfaat jika dikelola dengan baik. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” kata Mia.
Dalam diskusi tersebut, ia juga memperkenalkan sejumlah teknologi yang telah dikembangkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan. Di antaranya Filter Nusantara untuk mengolah air menjadi layak konsumsi, serta Ice Machine Treatment Plant yang mampu mengolah air sekaligus menghasilkan es kristal.
Selain itu, terdapat pula Greengrinder dan mesin penghancur limbah untuk mempercepat proses pengolahan sampah, serta teknologi Ecologic yang mampu mengubah limbah organik dan anorganik menjadi bahan bakar alternatif berupa briquette.
Inovasi lainnya yakni Green Mix dengan kapasitas pengolahan hingga 500 kilogram per jam, Eco-Burn Biomass Stove (ECOBU Type K) yang memanfaatkan biomassa ramah lingkungan untuk kebutuhan UMKM hingga industri, serta Cleancycle (PlastiClean Set) yang mampu mencuci plastik tanpa deterjen dengan sistem daur ulang air.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Tanjungpinang, Weni, menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang dipaparkan. Ia menilai teknologi tersebut sangat relevan dalam menjawab tantangan pengelolaan air bersih dan sampah di daerah, khususnya di wilayah perkotaan.
“Terima kasih atas berbagi informasi dan sinergi yang dibangun. Inovasi ini sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Weni.
Ia berharap, berbagai teknologi tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan maupun program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap inovasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menghadirkan solusi nyata, khususnya terkait pengelolaan air bersih dan sampah di Kota Tanjungpinang,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan bahwa persoalan air bersih dan pengelolaan sampah merupakan isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah.
Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan inovatif agar permasalahan tersebut dapat ditangani secara berkelanjutan.
“Kami melihat ini sebagai solusi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan akan kami kaji lebih lanjut agar dapat diimplementasikan melalui dukungan anggaran yang tepat dan sesuai regulasi,” kata Zulhidayat.
Ia juga berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dan institusi lainnya.
“Melalui kolaborasi ini, kita berharap dapat menghadirkan solusi inovatif guna meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait potensi penerapan teknologi pengolahan air dan sampah di Kota Tanjungpinang, termasuk peluang kerja sama lintas sektor serta dukungan kebijakan untuk memastikan implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan.








