143 Siswa SMA Negeri 5 Tanjungpinang Ikuti Perkemahan Tamu Ambalan

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Sebanyak 143 siswa kelas X SMA Negeri 5 Tanjungpinang mengikuti Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan di lapangan sekolah, Jumat (18/9/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam, mulai Jumat hingga Minggu, itu menjadi tahapan peralihan peserta dari golongan Pramuka Penggalang menuju Pramuka Penegak.

Para peserta terdiri dari 62 siswa putra dan 81 siswa putri yang berasal dari empat kelas. Mereka tergabung dalam Gugus Depan 01.005 dan 01.006 Pangkalan SMA Negeri 5 Tanjungpinang.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Surjadi untuk membuka kegiatan tersebut.

Surjadi mengatakan, anggota Pramuka yang memasuki golongan Penegak dituntut semakin mandiri, berpikir kritis, dan bertanggung jawab. Pada tahapan itu, peserta juga mulai belajar mengambil peran kepemimpinan di lingkungannya.

“Adik-adik sekarang berada dalam tahapan transisi dari anak-anak menuju dunia dewasa. Penegak itu tidak sama dengan Penggalang. Adik-adik berada di tahapan pendidikan menuju masa depan,” kata Surjadi.

Pramuka sebagai Wadah Pembentukan Karakter

Menurut Surjadi, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu wadah pembentukan karakter generasi muda.

Melalui perkemahan, peserta dilatih untuk hidup mandiri, bekerja sama, mempererat persaudaraan, serta memperkuat ketahanan fisik dan mental.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka.

Kegiatan secara berkelompok diharapkan melatih siswa untuk menghormati sesama, menyelesaikan persoalan, membagi tugas, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal bagi pelajar dalam menghadapi kehidupan di sekolah maupun di tengah masyarakat.

Diminta Bijak Gunakan Media Sosial

Surjadi turut mengingatkan para peserta agar bijak menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Menurut dia, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan untuk menyaring konten dan menentukan lingkungan pergaulan yang baik.

“Teknologi informasi berkembang dengan dahsyat. Pergaulan juga terpengaruh media sosial dan lainnya. Karena itu, adik-adik memerlukan filter yang lebih kuat,” ujarnya.

Pelajar diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Mereka juga diminta menggunakan teknologi untuk mendukung proses belajar dan mengembangkan potensi diri.

Surjadi menilai, nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital.

Manfaatkan Masa SMA untuk Belajar

Selain menyoroti perkembangan teknologi, Surjadi meminta para peserta memanfaatkan masa pendidikan di SMA untuk belajar dan mempersiapkan masa depan.

Menurut dia, bermain dan bersosialisasi merupakan bagian wajar dalam kehidupan remaja. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh membuat pelajar mengabaikan tanggung jawab utamanya untuk menempuh pendidikan.

“Bermain adalah sesuatu yang lumrah, tetapi jangan biarkan bermain-main itu melenakan kita dari tugas untuk belajar,” kata Surjadi.

“Sesungguhnya masa tiga tahun SMA ini sangat penting dan jangan menjadi masa yang disesali di kemudian hari,” sambungnya.

Ia berharap perkemahan tersebut dapat menumbuhkan kedisiplinan dan kesadaran peserta untuk mengatur waktu secara seimbang antara belajar, mengikuti kegiatan organisasi, dan beristirahat.

Keselamatan Peserta Jadi Prioritas

Surjadi mengapresiasi SMA Negeri 5 Tanjungpinang yang konsisten menyelenggarakan kegiatan kepramukaan bagi para siswa.

Ia meminta seluruh rangkaian Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan keamanan peserta.

Panitia, pembina, serta peserta diminta menaati tata tertib selama kegiatan berlangsung dan menjaga nama baik sekolah.

“Jadikan perkemahan ini sebagai pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan. Jaga nama baik sekolah, patuhi aturan perkemahan, dan terapkan nilai-nilai dasar Dasa Darma Pramuka dalam setiap tindakan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya resmi memasuki jenjang Pramuka Penegak, tetapi juga memahami tanggung jawab yang menyertai proses peralihan tersebut.

Perkemahan selama tiga hari dua malam itu diharapkan menjadi pengalaman awal bagi peserta untuk memperkuat kemandirian, kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *