Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 22.174 warga Kota Tanjungpinang menerima bantuan pangan berupa beras untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras yang merupakan alokasi periode Juli hingga September 2026.
Penyaluran bantuan pangan pemerintah tahap kedua tersebut dimulai pada Rabu (19/8/2026). Kelurahan Tanjung Unggat menjadi lokasi pertama pendistribusian dengan jumlah penerima mencapai 1.531 orang.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, Arief Alhadihaq.
Lis Darmansyah mengatakan, bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat yang penyalurannya dilaksanakan melalui Perum Bulog di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo telah menginstruksikan Bulog di seluruh Indonesia untuk menyalurkan bantuan pangan,” kata Lis Darmansyah.
Menurut Lis Darmansyah, bantuan sebanyak 30 kilogram beras mungkin belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pangan masyarakat selama tiga bulan. Kendati demikian, bantuan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.
“Kalau dikatakan cukup, tentu belum. Namun, paling tidak pemerintah menunjukkan perhatian kepada masyarakat dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Lis Darmansyah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Ia juga mengajak para penerima untuk mensyukuri bantuan yang diberikan serta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
“Selalu bersyukur atas apa pun yang diberikan hari ini. Insya Allah, bantuan ini akan menjadi berkah. Semoga bermanfaat,” ucap Lis Darmansyah.
Sementara itu, Arief menjelaskan, penyaluran bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September 2026 diawali dari Kelurahan Tanjung Unggat. Setelah itu, pendistribusian akan dilanjutkan secara bertahap ke seluruh kelurahan di Kota Tanjungpinang.
“Hari ini merupakan penyaluran pertama. Selanjutnya, kami jadwalkan pendistribusian di seluruh kelurahan di Tanjungpinang. Target kami, paling lambat 20 September 2026 seluruh bantuan sudah selesai disalurkan,” kata Arief.
Setiap penerima mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan. Karena bantuan untuk tiga bulan disalurkan sekaligus, masing-masing penerima memperoleh total 30 kilogram.
“Beras yang disalurkan merupakan beras cadangan pemerintah dengan kualitas medium,” jelasnya.
Arief mengungkapkan, jumlah penerima bantuan pangan pada tahap kedua mengalami penurunan dibandingkan tahap pertama. Pada penyaluran periode Februari–Maret 2026, jumlah penerima tercatat sebanyak 22.380 orang.
Dengan demikian, terdapat pengurangan sebanyak 206 penerima pada tahap kedua. Perubahan jumlah tersebut mengikuti pembaruan data penerima yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Data penerima berasal dari pemerintah pusat. Kami hanya menyalurkan bantuan sesuai dengan data yang telah diberikan,” tutur Arief.
Pembaruan data penerima dilakukan pemerintah pusat melalui pengolahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan data Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menjadi acuan dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan pangan.
Jenis bantuan pada tahap kedua juga berbeda dibandingkan tahap pertama. Pada periode Februari–Maret 2026, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Sementara pada tahap kedua, bantuan yang disalurkan hanya berupa beras dengan jumlah 30 kilogram.
Arief berharap dukungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, pemerintah kecamatan, dan jajaran kelurahan dapat memperlancar proses pendistribusian hingga seluruh bantuan diterima masyarakat sesuai jadwal.
“Kami meminta dukungan Pemko Tanjungpinang beserta jajaran kelurahan agar bantuan pangan dari pemerintah ini dapat tersalurkan kepada masyarakat secara tepat sasaran dan tepat guna,” ujar Arief.
Turut hadir dalam penyaluran perdana tersebut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman, Camat Bukit Bestari, serta Lurah Tanjung Unggat.














