24 Tahun Kepri, Ansar Ahmad Fokus pada Pemerataan Pembangunan dan Konektivitas Antarpulau

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Memasuki usia ke-24 tahun, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menempatkan pemerataan pembangunan, penguatan konektivitas antarpulau, pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah, dan pelestarian identitas Melayu sebagai agenda penting pembangunan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dalam Dialog “Kepri Menyapa” yang diselenggarakan TVRI Kepulauan Riau di Studio TVRI Kepri, Dompak, Kota Tanjungpinang, Rabu (23/9/2026).

Dalam dialog yang mengangkat refleksi perjalanan 24 tahun Provinsi Kepri tersebut, Ansar Ahmad mengatakan, karakter geografis Kepri sebagai provinsi kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

“Sebanyak 98 persen wilayah kita adalah lautan dan hanya dua persen daratan. Persoalan konektivitas, menjamin ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, serta pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi memang memiliki tantangan tersendiri,” kata Ansar Ahmad.

Menurut Ansar Ahmad, pembentukan Provinsi Kepri pada 2002 menjadi tonggak penting dalam mempercepat pembangunan wilayah yang sebelumnya memiliki rentang kendali pemerintahan sangat luas.

Selama 24 tahun perjalanannya, Kepri telah mengalami berbagai perubahan. Salah satunya ditandai dengan terbentuknya sejumlah daerah otonom yang membuat pelayanan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan semakin dekat dengan masyarakat.

Namun, Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan Kepri tidak boleh hanya bertumpu pada satu wilayah. Batam sebagai pusat industri dan investasi harus berkembang beriringan dengan kabupaten dan kota lain di Kepri.

“Strategi pembangunan yang kita lakukan adalah mengembangkan kawasan sesuai dengan posisi strategis dan kekuatan sektor masing-masing wilayah,” ujarnya.

Dorong pemerataan investasi

Ansar Ahmad mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya agar aktivitas investasi dan pengembangan kawasan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Batam.

Di Bintan dan Karimun, pemerintah daerah mendorong perluasan perlakuan terhadap kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas agar kedua wilayah tersebut semakin menarik bagi investor.

“Kita terus mengusulkan agar kawasan-kawasan di Bintan dan Karimun mendapatkan perlakuan yang sama seperti Batam,” kata Ansar Ahmad.

Menurut dia, kepastian hukum dan perlakuan terhadap suatu kawasan merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan investor sebelum menanamkan modal.

Ansar Ahmad meyakini, perluasan skema kawasan perdagangan bebas akan memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan ekonomi di Bintan dan Karimun.

Selain Bintan dan Karimun, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kawasan ekonomi di Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas berdasarkan karakteristik serta potensi unggulan masing-masing wilayah.

Di Lingga, misalnya, pemerintah daerah mendorong hilirisasi komoditas sagu. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten telah mengusulkan pengembangan kawasan perkebunan sagu untuk mendukung proses hilirisasi sekaligus menarik investasi.

“Kalau satu ekosistem ekonomi terbentuk, efek bergandanya akan besar. Akan lahir rantai pasok dan berbagai aktivitas ekonomi baru,” ujar Ansar Ahmad.

Sementara di Natuna, pemerintah daerah mendorong hilirisasi komoditas silika agar sumber daya alam tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

Menurut Ansar Ahmad, pengolahan silika dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan berbagai sektor industri, termasuk industri yang berkaitan dengan energi terbarukan.

Langkah hilirisasi tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap sumber daya daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Buka akses ekonomi ke negara tetangga

Letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara juga dinilai sebagai peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan secara optimal.

Ansar Ahmad mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Kepri tengah mendorong pembukaan akses transportasi dari Natuna menuju Vietnam, khususnya Ho Chi Minh City.

Selain itu, pemerintah daerah juga menjajaki peluang pembukaan akses perdagangan dengan Hainan, China.

“Kalau dengan pesawat sekitar satu setengah jam. Kita sudah bertemu dengan Duta Besar Vietnam dan sudah membahasnya. Tinggal kita komunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Luar Negeri,” kata Ansar Ahmad.

Pembukaan jalur tersebut diharapkan dapat memperluas akses perdagangan, mobilitas masyarakat, dan kerja sama ekonomi antara wilayah Kepri dan negara-negara tetangga.

Untuk Kepulauan Anambas, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan skema pemenuhan kebutuhan pokok dari wilayah yang secara geografis lebih dekat, termasuk Hainan.

Menurut Ansar Ahmad, wilayah terdepan membutuhkan kebijakan khusus yang disesuaikan dengan karakter geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.

Kebijakan yang diterapkan di kawasan daratan utama, kata dia, belum tentu dapat sepenuhnya diterapkan dengan pola yang sama di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengabaikan ketentuan hukum, kepentingan nasional, dan aspek pengawasan.

Kolaborasi menjadi kunci

Menutup dialog, Ansar Ahmad mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kepri memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Menurut dia, pemerintah daerah, DPRD, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta lembaga penyiaran memiliki peran masing-masing dalam mendorong kemajuan daerah.

“Semua pemangku kepentingan yang ada di Kepri mesti saling bergandengan tangan untuk membangun Kepri agar ke depan semakin maju,” katanya.

Ansar Ahmad berharap, peringatan hari jadi ke-24 Provinsi Kepri tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan pembangunan yang telah dilaksanakan.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat capaian, mengidentifikasi tantangan, dan menentukan langkah pembangunan Kepri pada masa mendatang.

“Jadikan ini sebagai titik awal bagi kita untuk melanjutkan tugas-tugas sesuai dengan profesi masing-masing serta menghasilkan karya terbaik,” ujar Ansar Ahmad.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed