305 ASN Tanjungpinang Terima Satyalancana, Lis Darmansyah: Ukur Pengabdian dari Kebaikan yang Ditinggalkan

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Sebanyak 305 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya atas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penganugerahan di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (11/8/2026).

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, lamanya bekerja di pemerintahan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Lis Darmansyah, nilai pengabdian justru dapat dilihat dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat serta kebaikan yang ditinggalkan selama menjalankan tugas.

“Jangan ukur keberhasilan pengabdian hanya dari berapa lama kita berdiri di dalam pemerintahan. Ukurlah dari berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan setelah selesai kita mengabdi,” kata Lis Darmansyah.

Lis Darmansyah mengatakan, lencana yang disematkan kepada para penerima bukan sekadar penghargaan atas masa kerja.

Di balik penghargaan tersebut terdapat perjalanan panjang sebagai aparatur pemerintahan, pengorbanan keluarga, hingga tanggung jawab yang harus dijalankan dalam berbagai situasi.

Karena itu, menurut dia, ukuran pengabdian tidak cukup hanya dilihat dari berapa lama seseorang bekerja ataupun jabatan yang pernah diduduki.

Hal yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat yang terbantu, persoalan yang dapat diselesaikan, serta perubahan yang dihasilkan selama seorang ASN menjalankan tugasnya.

“Jabatan akan berakhir, pangkat akan berhenti, masa kerja akan selesai. Tetapi kebaikan dan karya yang kita tinggalkan akan terus dikenang,” ujarnya.

ASN Boleh Gunakan AI, tapi Jangan Kehilangan Hati

Lis Darmansyah juga menyinggung perubahan birokrasi seiring perkembangan teknologi.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi merupakan bagian dari perubahan yang harus dihadapi aparatur pemerintahan. Sistem pelayanan juga terus berkembang menuju digitalisasi dan cara kerja yang semakin modern.

Namun, kemajuan teknologi, kata Lis Darmansyah, tidak boleh menghilangkan nilai dasar dalam pelayanan publik.

Kejujuran, tanggung jawab, disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap menjadi bagian dari pekerjaan ASN.

“ASN boleh menggunakan AI, pelayanan boleh semakin digital, birokrasi semakin modern, tetapi jangan sampai teknologi membuat kita kehilangan hati,” ucap Lis Darmansyah.

Ia menilai masyarakat memang membutuhkan pelayanan yang cepat dan pemerintahan yang profesional.

Namun, pelayanan publik tidak hanya berbicara mengenai kecepatan menyelesaikan administrasi. Masyarakat juga membutuhkan aparatur yang ramah, peduli, serta mampu memahami persoalan yang mereka hadapi.

“Pemerintahan bukan hanya tentang administrasi, tetapi tentang manusia dan kehidupan masyarakat yang harus kita layani,” tambahnya.

ASN Senior Diminta Jadi Teladan

Kepada ASN yang telah memiliki masa pengabdian panjang, Lis Darmansyah meminta mereka tidak berhenti belajar dan terus memberikan kinerja terbaik.

Pengalaman selama puluhan tahun bekerja di pemerintahan, menurut dia, seharusnya menjadi sumber pengetahuan dan kebijaksanaan yang dapat dibagikan kepada ASN generasi berikutnya.

ASN senior juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi aparatur yang lebih muda, baik dalam kedisiplinan, integritas, maupun pelayanan kepada masyarakat.

Semakin lama seseorang mengabdi, kata Lis Darmansyah, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diberikan kepada masyarakat.

Jabatan dalam pemerintahan, menurut dia, bukan sebuah kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat.

Lis Darmansyah kemudian mengajak para penerima Satyalancana Karya Satya melihat kembali perjalanan pengabdian mereka.

Refleksi tersebut tidak hanya mengenai berapa tahun seseorang bekerja atau jabatan apa saja yang pernah diemban, tetapi juga menyangkut dampak pekerjaan mereka terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut Lis Darmansyah, nilai penghargaan tidak berhenti ketika lencana disematkan di dada penerima.

Pengabdian justru akan memiliki arti ketika seorang ASN tetap dikenang masyarakat setelah tidak lagi berdinas karena pernah membantu, bekerja dengan jujur, dan memberikan pelayanan dengan tulus.

“Nama mungkin akan dilupakan, tetapi kebaikan akan menemukan jalannya untuk selalu dikenang,” kata Lis Darmansyah.

151 ASN Mengabdi 10 Tahun

Sebanyak 305 PNS Pemko Tanjungpinang menerima Satyalancana Karya Satya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 orang menerima Satyalancana Karya Satya untuk masa pengabdian 10 tahun.

Kemudian, 141 PNS mendapatkan penghargaan untuk masa pengabdian 20 tahun dan 13 orang menerima penghargaan setelah mengabdi selama 30 tahun.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap PNS yang telah menjalankan tugas dan pengabdian dalam jangka waktu tertentu.

Lis Darmansyah berharap penghargaan yang diterima tidak hanya menjadi simbol masa kerja, tetapi juga menjadi pengingat bagi ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, perjalanan pengabdian aparatur pada akhirnya tidak semata-mata dinilai dari pangkat dan jabatan yang pernah diperoleh, melainkan dari manfaat yang diberikan selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

 

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *