Aceh Tenggara, Juralkota.co.id
Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjenpas) Brigjen Pol Mashudi, mengatakan Lapas Kelas II B Kutacane seharusnya menampung 85 orang. Namun kini dihuni oleh 362 warga binaan, yang berarti melebihi kapasitas hingga 300 persen.
“Untuk mengatasi over kapasitas ini, kami akan secara bertahap memindahkan warga binaan ke lapas di Kabupaten lain, yang masih memiliki ruang kosong,” kata Mashudi, saat meninjau Lapas Kelas II B Kutacane, pasa Selasa (11/03/2025).
Mashudi menjelaskan, di karenakan sudah over kapasitas Lapas Kelas II B Kutacane, tidak bisa di penuhi kamar bagi para napi, sehingga pihak lapas hanya mengandalkan tenda, dan sebagian warga binaan sudah kita geser ke Kabupaten Aceh Tamiang.
“Jika ada lapas di Kabupaten lain yang kosong maka pelan-pelan akan digeser supaya kapasitas akan berkurang,” jelasnya.
Mashudi juga mengakui, hampir seluruh lapas di Aceh mengalami masalah serupa. Di Lapas Bireuen, misalnya, kapasitasnya mencapai 300 persen, sedangkan di Lapas Kuala Simpang mencapai 200 persen.
“Hanya Lapas di Banda Aceh yang masih berada di angka 150 persen,” katanya.
Over kapasitas ini menjadi salah satu penyebab keresahan di Lapas Kelas II B Kutacane.
“Kami akan terus mengupayakan perbaikan dan memastikan para petugas, mulai dari Kalapas hingga Kakanwil, lebih peduli terhadap kondisi warga binaan,” katanya.
Terkait dengan kaburnya beberapa tahanan, Mashudi menegaskan, bahwa tidak ada kelalaian dari petugas.
“Lokasi lapas yang padat dan panas, apalagi di bulan Ramadhan, menjadi faktor pengaruh. Kami berharap tahanan yang melarikan diri segera kembali ke lapas,” tegasnya.
Mashudi juga menanggapi keluhan tentang pemberian makanan yang tidak sesuai harapan warga binaan, Ia memastikan, bahwa pihak lapas telah memenuhi standar, dengan penyesuaian pada bulan Ramadhan, di mana porsi makan siang dikurangi untuk berbuka puasa.
“Jatah makan per hari untuk warga binaan saat ini adalah Rp 22 ribu, dengan tiga kali makan, yang sebelumnya hanya Rp 18 ribu. Kami juga akan mengajukan penyesuaian harga untuk tahun 2026,” ujarnya.
“Akan bekerja lebih baik dan akan terus menyampaikan kepada bawahan seperti Kalapas dan Kakanwil harus peduli kepada warga binaan,” tambahnya. (Yuda)








