Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang memastikan program rintisan Sekolah Rakyat akan mulai berjalan pada tahun ajaran baru. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat akan menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama dengan seluruh biaya ditanggung negara.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Dialog Tanjungpinang Pagi di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang, Senin (11/8/2025), bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.
“Ini satu-satunya sekolah negeri berasrama yang benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu,” ujar Lis Darmansyah.
Lis Darmansyah menyebutkan bahwa meskipun sosialisasi baru dimulai awal Agustus, proses penerimaan siswa telah berlangsung. Untuk jenjang SD, kuota 50 siswa telah terpenuhi. Jenjang SMP juga telah mencapai kuota 25 siswa, sedangkan jenjang SMA masih kekurangan empat siswa dari target yang sama.
“Kekurangan itu karena dua calon siswa mengundurkan diri dan dua lainnya tidak lolos verifikasi,” kata Lis Darmansyah.
Sekolah Umum dengan Sistem Asrama
Lis Darmansyah menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Tidak seperti sekolah berasrama di bawah kementerian tertentu, Sekolah Rakyat bersifat umum dan terbuka bagi seluruh anak dari keluarga tidak mampu.
“Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, tempat tinggal, perlengkapan belajar, hingga layanan kesehatan, ditanggung sepenuhnya oleh negara,” kata Lis Darmansyah.
Lokasi permanen Sekolah Rakyat akan berada di Jalan Raya Bukit Manuk, dekat Quran Center. Sambil menunggu pembangunan gedung, kegiatan belajar sementara akan dilakukan di SMP Negeri 15 Tanjungpinang yang sedang direnovasi menjadi asrama putra dan putri. Renovasi ditargetkan rampung pada September 2025.
Pendidikan Berbasis Akhlak, Digital, dan Kewirausahaan
Program Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai solusi pendidikan, tetapi juga sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Saat ini, Pemko Tanjungpinang mencatat ada lebih dari 9.000 anak dari rumah tangga miskin yang membutuhkan perhatian khusus di bidang pendidikan.
“Program ini diharapkan menjadi jalur pendidikan yang linear dan berkesinambungan dari SD, SMP, hingga SMA,” ujar Lis Darmansyah.
Sekolah Rakyat akan mengusung pendekatan pendidikan berbasis akhlak, kewirausahaan, dan digitalisasi. Setiap siswa akan difasilitasi dengan laptop untuk mendukung kegiatan belajar.
“Harapan kita, program ini bisa melahirkan generasi emas yang berakhlak baik, mandiri, dan siap bersaing di masa depan,” kata Lis Darmansyah mengakhiri.








