KRI Tuna-876 dan KRI Beladau-643 Gelar Latihan VBSS dan Pertahanan Udara di Perairan Rupat

Jasa Pembuatan Lagu

Bengkalis, Jurnalkota.co.id

KRI Tuna-876 melaksanakan latihan bersama dengan KRI Beladau-643 di perairan Selat Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Minggu (8/3/2026). Latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut dalam menghadapi dinamika tugas di wilayah perairan operasi.

Latihan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antarunsur kapal perang dalam melaksanakan berbagai prosedur operasi laut serta meningkatkan kemampuan prajurit dalam merespons potensi ancaman yang dapat muncul di wilayah perairan strategis Indonesia.

Komandan KRI Tuna-876 Letkol Laut (P) Novie A. Dolonseda mengatakan latihan tersebut merupakan implementasi dari penekanan Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) agar setiap unsur kapal perang di jajaran Koarmada I selalu berada dalam kondisi siap operasional.

“Melalui latihan yang dilaksanakan secara terencana dan terukur, prajurit diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, responsivitas, serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas operasi di laut,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, kedua unsur kapal perang melaksanakan sejumlah serial latihan, di antaranya MISCEX 806/RASAP (Replenishment at Sea Approach), LATKOM 204/NAVCOMEX 204 berupa latihan komunikasi menggunakan isyarat bendera, VBSS (Visit, Board, Search and Seizure), serta LATPAU 631/ADEX 631 atau latihan dasar pertahanan udara.

Serial latihan tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan prajurit dalam melaksanakan manuver taktis, komunikasi taktis antar kapal perang, hingga prosedur penindakan di laut terhadap kapal yang dicurigai.

Latihan VBSS, misalnya, merupakan kemampuan penting yang dimiliki prajurit TNI AL dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal yang diduga melakukan pelanggaran hukum di laut, seperti penyelundupan, pencurian sumber daya laut, hingga aktivitas ilegal lainnya.

Sementara itu, latihan NAVCOMEX berfungsi meningkatkan kemampuan komunikasi taktis antarunsur kapal perang dalam berbagai kondisi operasi, sedangkan latihan ADEX bertujuan meningkatkan kesiapan prajurit dalam menghadapi potensi ancaman dari udara.

Selain meningkatkan kemampuan teknis prajurit, latihan bersama ini juga bertujuan memperkuat kerja sama dan koordinasi antar unsur KRI dalam satuan tugas.

Kemampuan koordinasi yang baik dinilai sangat penting dalam pelaksanaan operasi laut yang menuntut ketepatan, kecepatan, serta sinergi antar kapal perang di lapangan.

Wilayah perairan Riau sendiri merupakan kawasan strategis yang berada tidak jauh dari jalur pelayaran internasional di Selat Malaka. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute perdagangan laut tersibuk di dunia yang dilalui ribuan kapal setiap tahunnya.

Kondisi tersebut menjadikan kawasan perairan di sekitar Selat Malaka memiliki tingkat aktivitas maritim yang tinggi sekaligus potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari penyelundupan, pelanggaran wilayah, hingga berbagai tindak kejahatan lintas negara.

Karena itu, kehadiran unsur-unsur TNI Angkatan Laut di wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas maritim nasional.

Latihan yang dilaksanakan oleh KRI Tuna-876 dan KRI Beladau-643 diharapkan mampu meningkatkan kesiapan tempur prajurit sekaligus mendukung pelaksanaan tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.

Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan personel maupun material. Setiap tahapan kegiatan juga dilakukan sesuai prosedur operasi standar di lingkungan TNI Angkatan Laut guna memastikan latihan berjalan aman, tertib, dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *