Wamenkop: Kopdes Merah Putih Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Desa

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, memastikan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mampu menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi masyarakat pedesaan. Program ini dinilai menjadi peluang besar bagi desa untuk mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah.

Hal tersebut disampaikan Farida saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lebak, Banten, Senin (6/4/2026).

“Kita optimistis Kopdes Merah Putih dapat membangkitkan ekonomi masyarakat desa. Desa memiliki kekayaan potensi luar biasa, dan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk berdaya dan berdaulat dalam mengelola wilayahnya masing-masing,” ujar Farida.

Ia menjelaskan, program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 dan 17, serta menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Saat ini, Kementerian Koperasi terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung koperasi, mulai dari gerai usaha, gudang penyimpanan, hingga sarana distribusi. Pembangunan tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), termasuk pengadaan kendaraan operasional untuk menunjang aktivitas koperasi di lapangan.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga melakukan pendampingan intensif kepada pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan berkelanjutan.

Farida mengungkapkan, hingga saat ini pembentukan KDKMP telah mencapai lebih dari 83.000 unit yang telah berbadan hukum lengkap dengan struktur kepengurusan.

“Dari jumlah tersebut, sebagian koperasi sudah mulai menjalankan kegiatan usaha secara mandiri,” katanya.

Dari total tersebut, sekitar 34.000 hingga 35.000 koperasi saat ini tengah dalam tahap pembangunan fasilitas usaha, dengan progres yang bervariasi, mulai dari 20 persen hingga 70 persen. Bahkan, sekitar 3.000 unit koperasi telah rampung 100 persen dan siap beroperasi penuh.

Menurut Farida, setelah tahap pembangunan selesai, koperasi akan memasuki fase operasional, meliputi pengisian barang dagangan, penyiapan sistem manajemen, hingga perekrutan tenaga kerja dan anggota koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana koperasi benar-benar hidup, beroperasi, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Angkat Potensi Lokal, UMKM Desa Mulai Bergerak

Optimisme terhadap program Kopdes Merah Putih juga dirasakan langsung oleh pelaku di tingkat desa. Manager Kopdes Merah Putih Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Aep Saepudin, mengatakan koperasi yang dikelolanya kini telah memiliki 294 anggota, mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Aep, berbagai produk lokal unggulan mulai dikembangkan melalui koperasi, seperti emping kaceprek, gula aren, sale pisang, hingga bakso ikan yang berbasis pada potensi bahan baku daerah.

“Bahan baku di daerah kami sangat melimpah, sehingga koperasi menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan usaha masyarakat,” kata Aep.

Ia menambahkan, salah satu produk unggulan yakni gula aren telah mampu menembus pasar luar daerah, termasuk Jawa Timur. Dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton per bulan dan harga sekitar Rp40.000 per kilogram, perputaran ekonomi dari komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp400 juta setiap bulan.

“Kami optimistis Kopdes Merah Putih bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus membantu mengurangi bahkan menghapus kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dorong Desa Mandiri dan Berdaya Saing

Pemerintah menilai keberadaan Kopdes Merah Putih tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Dengan dukungan infrastruktur, pendampingan, serta keterlibatan aktif masyarakat, koperasi desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat akar rumput.

Program ini juga diharapkan mampu mempercepat pemerataan ekonomi nasional, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menjadi basis utama sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *