Lebak, Jurnalkota.co.id
Ulama kharismatik Kabupaten Lebak, Banten, KH Hasan Basri, menyerukan agar konflik di Timur Tengah segera dihentikan secara permanen demi kemaslahatan umat manusia di seluruh dunia.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hasanah Ciheulang, Rangkasbitung, itu juga meminta Pemerintah Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif atau nonblok di tengah dinamika geopolitik global.
“Kami berharap perang yang terjadi di Timur Tengah berakhir. Allah SWT menciptakan manusia dengan beragam suku, bangsa, dan bahasa, tetapi harus bersatu dan tidak terjadi konflik,” ujar Hasan Basri dalam keterangan pers di Lebak, Senin (27/4/2026).
Dalam pernyataannya, Hasan Basri juga mengutuk keras aksi militer yang dinilai menimbulkan korban sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.
Ia menilai serangan terhadap wilayah permukiman, sekolah, hingga fasilitas kesehatan merupakan bentuk pelanggaran kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.
“Kami melihat pembunuhan itu sangat kejam, dengan menyerang sekolah, permukiman penduduk, rumah sakit, dan tempat lainnya hingga menimbulkan banyak korban, termasuk anak-anak dan perempuan,” katanya.
Menurut dia, komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), harus bertindak tegas terhadap berbagai dugaan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di kawasan tersebut.
Hasan Basri juga menyoroti situasi di Gaza yang dinilainya telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, sehingga membutuhkan perhatian serius dari dunia internasional.
“PBB harus turun tangan dan bertindak tegas terhadap pelanggaran berat yang terjadi,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong agar pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dapat mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai hukum internasional.
Hasan Basri menegaskan, perdamaian harus menjadi prioritas utama agar tidak ada lagi korban jiwa di tengah masyarakat sipil.
“Kami berharap perang itu segera diakhiri dan dihentikan secara permanen,” tegasnya.
Terkait posisi Indonesia di kancah internasional, Hasan Basri berharap pemerintah tetap konsisten menjalankan politik luar negeri nonblok dan tidak terjebak dalam kepentingan kekuatan besar.
Ia juga mengapresiasi sikap sejumlah elemen masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang mendorong pemerintah untuk tetap menjaga independensi dalam menyikapi konflik global.
“Indonesia harus tetap memainkan peran sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia,” kata dia.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








