Bintan, Jurnalkota.co.id
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (1/5/2026). Berbeda dari identik perayaan yang kerap diwarnai aksi unjuk rasa, momentum tahun ini justru diisi dengan kegiatan sosial, dialog interaktif, serta penguatan sinergi antara pekerja, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian.

Kegiatan dipusatkan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan yang tampak semarak dengan kehadiran perwakilan serikat pekerja dari berbagai sektor. Para buruh, pejabat daerah, hingga jajaran kepolisian tampak berbaur dalam suasana santai namun penuh makna.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana menyerahkan potongan tumpeng dan kue tart kepada para ketua serikat pekerja. Simbolisasi ini menjadi pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dan kemitraan yang harmonis antara kepolisian dan kaum buruh di “Bumi Segantang Lada”.
Tak hanya seremonial, peringatan May Day di Bintan juga diwarnai aksi nyata kepedulian sosial. Jajaran Polres Bintan turun langsung ke lapangan membagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Secara simbolis, sebanyak 70 paket diserahkan kepada para lansia dan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Distribusi bantuan tidak berhenti di lokasi acara. Personel kepolisian juga menyisir sejumlah kawasan permukiman warga, mulai dari wilayah Bintan Timur hingga Teluk Sebong, guna memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan Hari Buruh, tetapi juga merayakan kebersamaan. Kami ingin rekan-rekan buruh merasakan bahwa Polri adalah mitra sekaligus keluarga yang peduli terhadap kesejahteraan mereka,” ujar salah satu personel Polres Bintan di sela kegiatan saat membantu warga lansia.
Pendekatan humanis yang ditunjukkan aparat kepolisian ini mendapat respons positif dari para pekerja. Sejumlah buruh mengaku merasakan suasana yang berbeda, lebih hangat, dan jauh dari kesan formal maupun kaku.
“Biasanya May Day identik dengan aksi di jalan, tapi di sini kami justru diajak duduk bersama, berdialog, bahkan mendapat perhatian langsung. Ini membuat kami merasa dihargai,” ungkap salah satu perwakilan pekerja.
Dalam sesi dialog interaktif, Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana menegaskan komitmen institusinya untuk terus mengawal setiap aspirasi pekerja dengan pendekatan yang santun dan solutif. Ia menekankan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.
“Polres Bintan berkomitmen memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik. Kami ingin memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan kondusif, sekaligus membuka ruang dialog yang sehat antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha,” ujar Argya.
Ia menambahkan, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi di daerah. Stabilitas tersebut pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan para pekerja.
“Jika situasi aman, investasi akan tumbuh. Ketika investasi meningkat, lapangan kerja terbuka luas, dan kesejahteraan buruh pun ikut terdongkrak,” kata dia.
Sinergi antara berbagai pihak ini juga mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika. Ia menilai peringatan May Day tahun ini berhasil dikemas secara positif dan produktif, sejalan dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.
Menurut Ronny, pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, termasuk dampak ekonomi global yang turut memengaruhi kondisi tenaga kerja di daerah.
“Kami mengapresiasi langkah Polres Bintan dan Disnaker yang mampu menghadirkan suasana kondusif serta membangun komunikasi yang baik dengan para pekerja. Ini menjadi contoh bahwa peringatan May Day bisa diisi dengan kegiatan yang membangun,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, acara juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja. Penyerahan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada tenaga kerja dan keluarganya.
Momentum tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari perlindungan hak-hak buruh, khususnya dalam menghadapi risiko kerja yang tidak terduga.
Hingga siang hari, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan. Para peserta membubarkan diri dengan penuh keakraban, membawa pesan kuat bahwa hubungan antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan di Kabupaten Bintan terus terjalin dalam semangat kebersamaan.
Peringatan May Day 2026 di Bintan pun menjadi potret bahwa pendekatan dialog, kepedulian sosial, dan kolaborasi dapat menghadirkan suasana yang lebih sejuk dan produktif. Di tengah dinamika ketenagakerjaan, harmoni yang terbangun ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.








