Agiel Syafiie: Resepsi Diplomatik PPI Turki Harus Berdampak bagi Mahasiswa Asing

Jasa Maklon Sabun

Istanbul, Jurnalkota.co.id

Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Agiel Syafiie, menegaskan bahwa kegiatan resepsi diplomatik yang digelar PPI Turki diharapkan memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan mahasiswa asing di Turki serta menjadi fondasi kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Agiel dalam kegiatan Resepsi Diplomatik PPI Turki yang berlangsung di Restoran Indonesia Imkonezya, Istanbul, Selasa, (27/1/2026) lalu. Kegiatan ini dihadiri perwakilan mahasiswa asing dari tujuh negara, yakni Malaysia, Thailand, Pakistan, Bangladesh, India, Nepal, dan Arakan.

Menurut Agiel, resepsi diplomatik ini dirancang sebagai ruang dialog dan pertemuan strategis untuk memperkuat ikatan persaudaraan antar mahasiswa asing sekaligus membuka peluang kerja sama di masa depan.

“Resepsi diplomatik ini kami harapkan tidak berhenti sebagai ajang pertemuan semata, tetapi dapat berdampak nyata bagi kemaslahatan mahasiswa asing di Turki. Dari ikatan persaudaraan yang kuat, kita bisa bergerak bersama dan menghasilkan hal-hal besar yang bermanfaat,” ujar Agiel.

Ia menilai, relasi dan jejaring yang terbangun melalui pertemuan tersebut memiliki nilai strategis jangka panjang. Ikatan antarmahasiswa lintas negara, kata dia, merupakan modal sosial penting yang dapat melahirkan berbagai inisiatif bersama.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari perwakilan Union of NGOs of the Islamic World (UDEF), Yusuf Mugola. Ia menilai inisiatif PPI Turki tersebut berpotensi menjadi pintu pembuka kolaborasi lanjutan, tidak hanya di kalangan mahasiswa, tetapi juga dalam konteks hubungan antarnegara.

“Jika mahasiswa asing di Turki mampu bersatu dan bergerak bersama, akan banyak inisiatif positif yang lahir dan memberikan manfaat luas,” ujar Yusuf.

Antusiasme serupa disampaikan para perwakilan mahasiswa asing yang hadir. Mereka mengapresiasi PPI Turki karena menginisiasi kegiatan yang dinilai jarang dilakukan, namun memiliki dampak strategis bagi penguatan solidaritas mahasiswa asing.

Salah satu perwakilan mahasiswa dari Bangladesh bahkan mengusulkan pembentukan grup WhatsApp lintas negara sebagai sarana menjaga komunikasi, berbagi informasi kegiatan, serta mengoordinasikan langkah bersama ke depan. Usulan tersebut disambut positif oleh para peserta.

Menutup kegiatan, Agiel kembali menekankan pentingnya kesinambungan dari resepsi diplomatik tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan konsep yang beragam agar semangat persaudaraan tetap terjaga dan dampaknya semakin luas.

“Jika mahasiswa asing di Turki terus terhubung dan berkolaborasi, kami yakin kontribusi yang berarti dapat diberikan, tidak hanya bagi komunitas mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat global,” kata Agiel.

Melalui kegiatan ini, PPI Turki menegaskan perannya sebagai inisiator diplomasi antarmahasiswa asing di Turki dengan tujuan membangun ekosistem kolaborasi yang inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *