Anniversary ke-13 TK Dhiya, Weni Tekankan Pendidikan Karakter dan Pengembangan Fasilitas

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Bunda PAUD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter sejak usia dini saat menghadiri Pentas Seni Anniversary ke-13 TK Dhiya yang diselenggarakan Yayasan Tuah Kelapa di Ballroom Hotel Pelangi, Jalan D.I. Panjaitan Kilometer 6, Tanjungpinang, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan TK Dhiya selama 13 tahun dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini sekaligus menampilkan berbagai kreativitas peserta didik melalui pentas seni yang menghibur para tamu undangan dan orang tua siswa.

Dalam sambutannya, Weni yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Tuah Kelapa menyampaikan bahwa usia dini merupakan masa emas atau golden age dalam pembentukan karakter anak. Pada fase tersebut, anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga pendidikan moral, emosional, sosial, dan spiritual yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak dapat diukur semata-mata dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dari kemampuan anak dalam berinteraksi, menghargai sesama, memiliki rasa percaya diri, serta menunjukkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita adalah generasi masa depan. Di usia inilah karakter, adab, dan kepribadian mereka dibentuk. Pentas seni seperti ini menjadi media yang sangat baik untuk melatih keberanian, kreativitas, serta rasa percaya diri anak,” ujar Weni.

Ia menjelaskan, kegiatan pentas seni merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Melalui berbagai penampilan yang ditampilkan di atas panggung, anak-anak belajar tampil di depan umum, bekerja sama dengan teman, mengikuti aturan, serta mengembangkan bakat dan kreativitas yang dimiliki.

Selain itu, kegiatan seni juga menjadi sarana efektif untuk mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak sejak dini. Menurut Weni, pengenalan budaya lokal dan nasional perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap identitas bangsa.

“Pendidikan karakter harus dilakukan secara menyeluruh. Anak-anak perlu dibiasakan untuk disiplin, menghormati orang tua dan guru, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mencintai budaya dan lingkungan sekitarnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Weni juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di TK Dhiya. Yayasan Tuah Kelapa, kata dia, telah menyiapkan program rehabilitasi gedung sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Ia menjelaskan, rehabilitasi tersebut akan mencakup penambahan ruang belajar sehingga kapasitas sekolah dapat ditingkatkan menjadi tujuh ruang kelas yang lebih representatif dan nyaman.

“InsyaAllah dalam waktu dekat, TK Dhiya akan kita rehabilitasi dan dikembangkan menjadi tujuh ruang kelas. Ini merupakan bentuk komitmen yayasan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman, aman, dan representatif bagi anak-anak,” jelasnya.

Menurut Weni, peningkatan fasilitas pendidikan menjadi langkah strategis untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Ia menilai keberadaan sarana yang memadai akan memberikan kenyamanan bagi peserta didik maupun tenaga pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Weni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik TK Dhiya yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Menurutnya, perjalanan TK Dhiya selama 13 tahun tidak terlepas dari kerja keras seluruh tenaga pendidik yang terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak.

“Perjalanan 13 tahun ini adalah hasil kerja keras bersama. Terima kasih kepada para guru dan tenaga pendidik yang terus berkomitmen mencerdaskan dan membentuk karakter anak-anak kita. Semoga TK Dhiya semakin maju dan menjadi rujukan PAUD yang berkualitas,” ungkapnya.

Weni juga mengajak para orang tua untuk terus menjalin sinergi dengan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus diperkuat di lingkungan keluarga.

“Keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua. Apa yang diajarkan di sekolah harus dilanjutkan di rumah agar anak-anak tumbuh dengan akhlak yang baik, sopan santun, dan pola pikir yang positif,” ujarnya.

Pentas Seni Anniversary ke-13 TK Dhiya turut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Nela Tri Hasrina, para orang tua siswa, tokoh pendidikan, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan berlangsung semarak dan penuh keceriaan dengan berbagai penampilan seni dari peserta didik, mulai dari tarian, pembacaan doa, hingga pertunjukan kreativitas lainnya yang mendapat sambutan hangat dari para hadirin. Acara tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *