Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, kembali memimpin kegiatan gotong royong (goro) dalam program Kamis Bersih yang digelar di kawasan Simpang Kantor Camat Bukit Bestari, Jalan Aisyah Sulaiman, Kota Tanjungpinang, Kamis (16/7/2026). Kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk membangun budaya hidup bersih sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Sejak pagi, puluhan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah berkumpul di lokasi. Sejumlah kepala OPD juga tampak hadir dan turun langsung bergotong royong bersama Gubernur Ansar Ahmad membersihkan area yang menjadi sasaran kegiatan.
Dengan mengenakan pakaian olahraga dan perlengkapan kebersihan, para peserta menyisir sejumlah titik di sekitar Simpang Kantor Camat Bukit Bestari. Mereka membersihkan rumput liar yang tumbuh di bahu jalan, mengumpulkan sampah yang berserakan, serta membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan saat hujan.
Suasana kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta bekerja secara bergotong royong tanpa memandang jabatan maupun posisi. Semangat kebersamaan tersebut menjadi salah satu pesan yang ingin terus ditanamkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui program Kamis Bersih.
Ansar Ahmad mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
“Gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap daerah kita. Jika kebiasaan ini terus dijaga, maka lingkungan yang bersih dan sehat akan menjadi budaya masyarakat Kepri,” kata Ansar Ahmad.
Ia menjelaskan, budaya gotong royong merupakan nilai yang telah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai tersebut perlu terus dijaga dan dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menciptakan lingkungan yang berkualitas.
Ansar Ahmad menilai, kegiatan Kamis Bersih menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun kebiasaan positif, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban seluruh warga.
Menurut Ansar Ahmad, lingkungan yang bersih akan memberikan banyak manfaat, mulai dari menciptakan kenyamanan, menjaga kesehatan masyarakat, hingga mendukung keindahan kota yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya tarik daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap semangat gotong royong ini terus hidup di tengah masyarakat. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan serta kesehatan kita semua,” ujarnya.
Ansar Ahmad juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih hanya dapat dicapai apabila seluruh pihak memiliki kepedulian dan komitmen yang sama.
Ia berharap program Kamis Bersih tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintah, tetapi mampu menginspirasi masyarakat untuk menerapkan budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mempercantik kawasan perkotaan, kegiatan gotong royong juga dinilai mampu mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ingin menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui pembentukan budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Di akhir kegiatan, Ansar Ahmad kembali mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk terus menjaga semangat gotong royong sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, lingkungan yang bersih, asri, dan sehat diharapkan dapat terus terwujud di seluruh wilayah Kepulauan Riau,” kata Ansar Ahmad.
Program Kamis Bersih diharapkan terus menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran kolektif serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimistis dapat mewujudkan kawasan yang lebih tertata, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.












