Areal Persawahan di Lebak Mulai Mengering, Petani Andalkan Pompa Irigasi

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Sejumlah areal persawahan di Kabupaten Lebak, Banten, mulai mengalami kekeringan setelah beberapa hari terakhir tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat petani mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Salah seorang petani di Blok Cipendeuy, Kabupaten Lebak, Ata (50), mengatakan tanaman padi yang baru berusia sekitar 15 hari setelah tanam mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan pasokan air akibat minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dia, apabila fenomena kemarau panjang atau El Nino terjadi pada awal Juni 2026, para petani diperkirakan akan menghadapi kesulitan dalam memperoleh ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.

“Kami memperkirakan jika kemarau panjang atau El Nino terjadi pada awal Juni, petani akan kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawah,” ujar Ata, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan, areal persawahan yang dikelola petani di wilayah tersebut merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.

Meski demikian, petani masih memiliki alternatif untuk mengatasi kekurangan air dengan memanfaatkan pompa irigasi yang digunakan untuk menyedot air dari Sungai Cimanggu.

Menurut Ata, pompa tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang diberikan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan di kawasan pertanian.

“Alhamdulillah masih ada bantuan pompa, sehingga petani bisa menyedot air dari Sungai Cimanggu untuk mengairi sawah yang mulai mengering,” katanya.

Petani Siapkan Langkah Antisipasi

Ketua Kelompok Tani Cipendeuy, H. Supendi, mengatakan para petani telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan pompa irigasi untuk mengambil air dari sungai yang masih memiliki debit cukup untuk mengairi lahan pertanian.

Selain memanfaatkan air sungai, petani juga menyiapkan pompa pantek yang dapat digunakan untuk mengambil air tanah sebagai cadangan apabila pasokan air permukaan semakin berkurang.

“Kami mulai melakukan pompanisasi dengan menyedot air dari sungai untuk menyelamatkan puluhan hektar tanaman padi yang saat ini sedang memasuki fase awal pertumbuhan,” ujar Supendi.

Menurut dia, langkah cepat sangat diperlukan karena tanaman padi yang masih berusia muda sangat membutuhkan pasokan air yang cukup agar pertumbuhannya tidak terganggu.

Apabila kekeringan berlangsung dalam waktu lama, dikhawatirkan produktivitas tanaman akan menurun dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Dinas Pertanian Lakukan Pendataan

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan para penyuluh pertanian lapangan untuk melakukan pendataan terhadap areal persawahan yang berpotensi terdampak perubahan iklim dan musim kemarau.

Pendataan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk menentukan upaya penanganan yang diperlukan apabila kekeringan semakin meluas.

Menurut Dodi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi, termasuk pompanisasi dan pemanfaatan sumber air dari aliran sungai untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.

“Kami meminta penyuluh melakukan pendataan kondisi sawah di lapangan agar apabila terjadi kekeringan dapat segera dilakukan langkah penyelamatan tanaman padi,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini kondisi kekeringan di sejumlah areal persawahan masih tergolong ringan karena beberapa wilayah masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan petani.

Selain itu, keberadaan pompa bantuan dari pemerintah juga cukup membantu petani dalam menjaga pasokan air untuk kebutuhan pertanian.

Meski demikian, Dinas Pertanian tetap mengingatkan petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama menjelang puncak musim kemarau.

“Kami berharap pompanisasi yang dilakukan petani dapat menjaga ketersediaan air sehingga tanaman padi tetap tumbuh optimal dan hasil panen tidak terganggu,” ujar Dodi.

Pemerintah Kabupaten Lebak terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan air di sejumlah sentra pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *