Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Bantuan pangan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Kota Tanjungpinang, terutama keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan penghasilan tidak menentu.
Sebanyak 22.174 warga menerima bantuan berupa 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026. Bantuan tersebut disalurkan sekaligus kepada setiap penerima.
Santi, warga RT 001/RW 001 Kelurahan Tanjung Unggat, menjadi salah satu penerima bantuan. Menurut dia, bantuan beras tersebut dapat mengurangi pengeluaran rumah tangganya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Saat ini, suami Santi sudah tidak bekerja karena mengalami gangguan kesehatan berupa sesak napas. Sementara itu, ia harus memenuhi kebutuhan tujuh anggota keluarganya.
“Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu, apalagi harga beras sekarang mahal,” kata Santi seusai menerima bantuan di Kantor Kelurahan Tanjung Unggat, Rabu (19/8/2026).
Beras sebanyak 30 kilogram itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Dengan jumlah anggota keluarga yang cukup banyak, Santi memperkirakan bantuan tersebut hanya mampu memenuhi kebutuhan selama sekitar 15 hari.
“Beras 30 kilogram ini untuk konsumsi sehari-hari. Tidak sampai satu bulan, mungkin 15 hari sudah habis karena anak-anak saya masih dalam masa pertumbuhan,” ujarnya.
Kendati belum mencukupi kebutuhan selama tiga bulan, Santi tetap bersyukur karena bantuan tersebut dapat mengurangi sebagian beban pengeluaran keluarganya.
Manfaat serupa dirasakan Yeni, warga Jalan Gudang Minyak, Kelurahan Tanjung Unggat. Suaminya bekerja sebagai buruh harian lepas sehingga pendapatan keluarga tidak selalu tersedia setiap hari.
Yeni mengaku bahagia ketika mengetahui dirinya mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Menurut dia, bantuan tersebut sangat berarti, terutama ketika suaminya sedang tidak memperoleh pekerjaan.
“Bahagia sekali bisa mendapatkan bantuan. Kalau sedang mengalami kesulitan, bantuan ini, alhamdulillah, bisa meringankan beban,” tutur Yeni.
Ia mengatakan, bantuan pangan membuat kebutuhan rumah tangganya terasa sedikit lebih ringan di tengah penghasilan suami yang tidak menentu.
“Kalau mendapat bantuan, rasanya lebih ringan. Kalau tidak, tentu berat juga,” tambahnya.
Yeni turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Wali Kota yang sudah membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Kami bahagia dan bersyukur mendapatkan bantuan ini,” ucapnya.
Warga lainnya, Jamaludin, juga mengaku terbantu dengan penyaluran beras tersebut. Warga Kilometer 2, Gang Kenanga 5, RT 005/RW 001 itu sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek untuk memenuhi kebutuhan istri dan ketiga anaknya.
Menurut Jamaludin, bantuan beras dapat mengurangi pengeluaran keluarganya untuk membeli bahan pangan. Ia berharap program bantuan pemerintah terus dilanjutkan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, bantuan beras 30 kilogram ini bisa membantu memenuhi kebutuhan makan keluarga. Mudah-mudahan program dari pemerintah terus berjalan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” kata Jamaludin.
Bagi Santi, Yeni, dan Jamaludin, bantuan beras tersebut mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangan keluarga selama tiga bulan. Namun, di tengah harga kebutuhan pokok dan penghasilan yang tidak menentu, setiap kilogram beras yang diterima memberikan ruang bagi mereka untuk mengalokasikan pendapatan bagi kebutuhan rumah tangga lainnya.









