Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Bazar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selama pelaksanaan bazar, transaksi dari sembilan stan peserta mencapai Rp86.289.000.
Selain mencatat nilai transaksi yang cukup besar, Kota Tanjungpinang juga berhasil meraih juara pertama pada penilaian stan bazar antarkabupaten dan kota se-Kepulauan Riau.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan MTQ tidak hanya menghadirkan syiar Islam, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta promosi produk lokal.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, stan Kota Tanjungpinang memperoleh nilai tertinggi, yakni 530,5. Posisi kedua diraih Kota Batam dengan skor 524,2, sedangkan Kabupaten Karimun berada di peringkat ketiga dengan nilai 475,1.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan bazar MTQ menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan daerah kepada masyarakat maupun tamu yang datang dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Menurutnya, seluruh produk yang ditampilkan di stan Kota Tanjungpinang merupakan hasil pembinaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang yang selama ini terus didorong agar memiliki daya saing.
“Hadirnya bazar ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan MTQ,” kata Riany, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, bazar MTQ tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi sarana memperluas jaringan pemasaran, memperkenalkan identitas daerah, serta meningkatkan daya tarik produk lokal kepada masyarakat.
Menurut Riany, antusiasme pengunjung selama pelaksanaan MTQ turut berdampak pada meningkatnya aktivitas jual beli di kawasan bazar. Beragam produk khas daerah, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga produk kreatif UMKM, mendapat perhatian dari pengunjung yang berasal dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau.
Ia menambahkan, keberhasilan Kota Tanjungpinang meraih predikat stan terbaik tidak diperoleh secara instan. Persiapan dilakukan jauh hari dengan melibatkan Dekranasda serta berbagai perangkat daerah agar tampilan stan mampu merepresentasikan identitas budaya dan potensi ekonomi Kota Tanjungpinang.
Riany mengatakan penilaian stan dilakukan secara objektif oleh tim juri berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan panitia.
Aspek yang dinilai meliputi kreativitas dan estetika stan yang disesuaikan dengan tema kegiatan, kualitas materi atau konten yang ditampilkan, pelayanan kepada pengunjung, hingga kebersihan dan penataan stan secara keseluruhan.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh sehingga setiap stan tidak hanya dinilai dari tampilan fisiknya, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kemampuan menampilkan potensi unggulan daerah,” ujarnya.
Tim juri terdiri atas unsur akademisi, budayawan Melayu, serta mentor UMKM dan industri kecil menengah (IKM). Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan menghasilkan penilaian yang profesional dan objektif terhadap seluruh peserta.
Riany menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Dekranasda Kota Tanjungpinang, Disperdagin, serta pelaku UMKM yang telah bekerja sama mempersiapkan stan hingga berhasil meraih predikat terbaik.
“Alhamdulillah stan bazar kita meraih juara terbaik tahun ini. Terima kasih kepada tim Dekranasda dan jajaran Disperdagin yang telah bekerja sama mempersiapkan stan Kota Tanjungpinang,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, inovasi, dan pelayanan sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di pasar yang lebih luas.
Menurut Riany, penyelenggaraan bazar dalam setiap agenda berskala provinsi seperti MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian lokal. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha, kegiatan tersebut juga menjadi sarana promosi efektif bagi produk-produk unggulan daerah.
Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, promosi, dan perluasan akses pasar. Dengan dukungan tersebut, produk lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.










