Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mengintensifkan kerja bakti terpadu dengan membersihkan saluran penghubung (PHB) di Jalan KH Moh Mansyur, Kecamatan Tambora, yang disebut tidak dikeruk selama sekitar 17 tahun.
Kegiatan ini difokuskan di wilayah RW 01, RW 02, dan RW 08, Kelurahan Jembatan Lima, sebagai langkah mengatasi genangan sekaligus menata kawasan permukiman padat penduduk.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengatakan pembersihan saluran menjadi prioritas karena kondisi drainase yang dipenuhi sampah dan sedimen menghambat aliran air.
“Setelah kerja bakti serentak 12 April lalu, kami petakan persoalan di tiap wilayah. Di Jembatan Lima ini menjadi fokus karena ada penumpukan sampah dan endapan di saluran penghubung menuju kali,” ujar Iin, Minggu (19/4/2026).
Ia menjelaskan, saluran yang tersumbat menyebabkan aliran air tidak lancar dan berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
“Kalau saluran bersih, air mengalir lancar. Tapi dengan kepadatan sampah seperti ini, aliran tersendat. Karena itu, hari ini kami fokus menyelesaikan persoalan sampah dan sedimen secara terpadu,” kata dia.
Selain normalisasi saluran, Pemkot Jakarta Barat juga menyoroti persoalan sampah, terutama limbah sayuran di sekitar pasar yang dinilai masih belum tertangani optimal.
Menurut Iin, limbah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi kompos maupun eco-enzyme, sehingga dapat mengurangi beban sampah di lingkungan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pasar Jaya untuk mendorong pengolahan sampah agar lebih optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan penanganan saluran tidak terpaku pada jadwal tertentu, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Kalau perlu mingguan bahkan dua kali dalam seminggu, akan kami lakukan. Targetnya sebelum musim hujan, seluruh saluran, baik mikro maupun penghubung, sudah bersih dari sampah dan sedimen,” tegasnya.
Di sisi lain, penataan kawasan pasar juga menjadi perhatian. Pemkot akan berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya agar pedagang lebih tertib dan tidak lagi berjualan di badan jalan.
“Kita ingin ada kedisiplinan. Pedagang harus berjualan di lokasi yang telah disediakan agar kawasan lebih tertata dan nyaman,” kata Iin.
Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji Suwandanu, menjelaskan kerja bakti kali ini menyasar saluran PHB sepanjang kurang lebih 490 meter yang melintasi tiga RW.
“Saluran ini menjadi urat nadi drainase permukiman, tetapi sudah sekitar 17 tahun tidak dilakukan pengerukan optimal karena banyak bagian tertutup,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini melibatkan sekitar 210 personel gabungan serta didukung alat berat seperti ekskavator dan armada truk pengangkut sampah dari berbagai instansi, termasuk Suku Dinas Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup.
“Kami mengapresiasi kolaborasi lintas instansi dan komunikasi dengan warga. Kegiatan seperti ini memang sangat ditunggu masyarakat,” kata Pangestu.
Ke depan, Pemkot Jakarta Barat akan mendorong penataan kawasan secara terintegrasi, mulai dari penataan pedagang, pembangunan trotoar, hingga penambahan ruang terbuka hijau.
“Setelah saluran dibenahi, kita lanjutkan dengan penataan kawasan, seperti trotoar, taman, dan pengaturan vegetasi agar tidak mengganggu saluran,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan bebas genangan.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














