Lebak, Jurnalkota.co.id
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengajak generasi muda menumbuhkan kepedulian dan semangat tolong-menolong terhadap sesama tanpa memandang perbedaan keyakinan. Menurutnya, nilai-nilai toleransi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban.
“Saya masih melihat penilaian yang negatif terhadap perbedaan keyakinan, padahal negara kita majemuk dengan enam agama yang dilindungi konstitusi,” ujar Hasbi dalam upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 di Lebak, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak bersama lembaga keagamaan dan tokoh masyarakat terus memperkuat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Lebak tidak akan menjadi daerah yang Responsif, Unggul, Harmonis, Amanah, dan Yakin atau ‘Lebak Ruhay’ jika warganya tidak hidup rukun,” katanya.
Hasbi menambahkan, Lebak merupakan wilayah yang plural dengan beragam suku, budaya, bahasa, dan keyakinan, namun masyarakatnya tetap menjaga toleransi dengan baik. Seluruh agama yang diakui negara memiliki tempat ibadah masing-masing dan hidup berdampingan secara damai.
“Kami mengapresiasi masyarakat Lebak yang mampu menjaga nilai-nilai toleransi, sehingga kehidupan di sini tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan forum keagamaan untuk memperkuat persatuan bangsa. Nilai kepedulian sosial dan semangat tolong-menolong, kata Hasbi, harus terus ditanamkan terutama di kalangan generasi muda.
“Anak-anak muda sebagai generasi bangsa harus berkiprah positif untuk membangun negeri ini, sejalan dengan tema Hari Pahlawan tahun ini: ‘Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan’,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, menegaskan bahwa masyarakat Lebak yang dikenal religius dan dijuluki “Daerah Seribu Madrasah” telah lama memelihara nilai-nilai toleransi antarumat beragama.
“Masyarakat Lebak selalu menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi kedamaian. Nilai-nilai toleransi ini harus terus dijaga untuk membangun kerukunan hidup berbangsa dan bernegara,” kata Hudori.
Penulis: Noma
Editor: Antoni













