Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah Dimulai di Tanjungpinang, Sasar 49.343 Siswa dari SD hingga SMA

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) resmi memulai pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah secara serentak di seluruh wilayah Kota Tanjungpinang, Senin (3/8/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui deteksi dini berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan sejak usia sekolah.

Sebanyak 49.343 siswa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, menjadi sasaran program yang akan dilaksanakan secara bertahap di 150 sekolah di Kota Tanjungpinang.

Pelaksanaan CKG melibatkan seluruh puskesmas di Kota Tanjungpinang. Para tenaga kesehatan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh kepada peserta didik. Langkah ini diharapkan mampu mendeteksi berbagai gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan program CKG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah sekaligus mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi fisik siswa, tetapi juga mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak maupun prestasi belajar mereka di sekolah.

“Program Cek Kesehatan Gratis ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan, mendeteksi kondisi pra-penyakit, serta menemukan penyakit sejak dini pada siswa usia 7 hingga 17 tahun sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata Rustam.

Ia menjelaskan, selama pemeriksaan berlangsung, petugas kesehatan akan melakukan serangkaian pemeriksaan sesuai standar pelayanan kesehatan anak usia sekolah. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi kesehatan umum, status gizi, kesehatan mata, kesehatan telinga, kesehatan gigi dan mulut, hingga pemeriksaan tanda-tanda penyakit tertentu.

Melalui pemeriksaan tersebut, petugas kesehatan dapat menemukan berbagai persoalan kesehatan yang cukup sering dialami anak sekolah, seperti gangguan penglihatan yang dapat menghambat proses belajar, gangguan pendengaran, gigi berlubang, anemia, kekurangan maupun kelebihan gizi, serta indikasi penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

Selain kesehatan fisik, pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental peserta didik. Menurut Rustam, kondisi psikologis anak tidak kalah penting karena berpengaruh terhadap kemampuan mereka mengikuti proses pembelajaran dan berinteraksi di lingkungan sekolah.

“Pemeriksaan ini juga untuk memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental siswa tetap terjaga sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan baik,” ujarnya.

Rustam menambahkan, pelaksanaan CKG akan menjangkau seluruh satuan pendidikan yang telah ditetapkan sebagai lokasi pemeriksaan. Dari total 150 sekolah yang menjadi sasaran, terdiri atas 85 sekolah dasar sederajat, 38 sekolah menengah pertama sederajat, serta 27 sekolah menengah atas sederajat.

Sementara itu, berdasarkan jumlah peserta, program ini menargetkan pemeriksaan terhadap 24.487 siswa SD sederajat, 12.058 siswa SMP sederajat, dan 12.798 siswa SMA sederajat.

Menurutnya, keterlibatan seluruh puskesmas menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program tersebut karena memungkinkan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh wilayah Kota Tanjungpinang secara merata.

“Hari pertama pelaksanaan sudah berjalan dengan baik. Beberapa puskesmas telah melaporkan pelaksanaan CKG di sekolah masing-masing. Salah satunya Puskesmas Seijang yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan di SD Negeri 001 Bukit Bestari, Batu 3, Kelurahan Tanjungpinang Timur,” jelas Rustam.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan peserta didik di Kota Tanjungpinang. Data hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program kesehatan sekolah maupun tindak lanjut pelayanan kesehatan bagi siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain melaksanakan Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, DKP2KB Kota Tanjungpinang juga mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar sepanjang Agustus.

Dalam pelaksanaan BIAS, petugas kesehatan memberikan vaksin measles rubella (MR) kepada siswa kelas I sekolah dasar sebagai upaya mencegah penyakit campak dan rubella yang masih berpotensi menyerang anak-anak. Selain itu, diberikan pula vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada siswi kelas V SD untuk memberikan perlindungan sejak dini terhadap risiko kanker leher rahim di masa mendatang.

Pelaksanaan CKG dan BIAS secara bersamaan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat budaya hidup sehat sejak usia dini.

Pemerintah Kota Tanjungpinang optimistis program ini tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik, tetapi juga mendukung terwujudnya generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul. Melalui deteksi dini, edukasi kesehatan, serta pemberian imunisasi, diharapkan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga mampu mengikuti proses pendidikan dengan kondisi fisik dan mental yang prima.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, guru, serta dukungan orang tua, Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tanjungpinang.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *