Bintan, Jurnalkota.co.id
Kebakaran melanda lahan kosong seluas sekitar empat hektare di Jalan Kampung Karang Rejo RT 02 RW 05, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Rabu (9/9/2026).
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Babinsa Kawal Koramil 02/Bintan Timur, Sertu Ronal Hengki, menerima laporan dari Ketua RT 02 RW 05 mengenai munculnya api yang membakar lahan kosong di wilayah tersebut.
Setelah menerima laporan, Ronal segera berkoordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran Toapaya. Informasi tersebut juga diteruskan kepada Danramil 02/Bintan Timur Kapten Inf Maswendra serta sejumlah unsur terkait agar penanganan dapat segera dilakukan.
Petugas gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kebakaran. Penanganan dipimpin Maswendra dengan melibatkan personel Koramil 02/Bintan Timur, Camat Gunung Kijang Wan Repli Kurnia, Lurah Kawal Zulkarnain, personel Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Kijang Kota, anggota Polsek Gunung Kijang, petugas UPTD Damkar Toapaya, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Sekitar pukul 10.00 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari UPTD Damkar Toapaya tiba di lokasi. Petugas langsung menyemprotkan air ke sejumlah titik api yang masih membakar lahan.
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena api telah menjalar ke area yang cukup luas. Kondisi lahan yang dipenuhi rumput dan semak kering membuat api berpotensi merambat dengan cepat.
Petugas gabungan berupaya membatasi pergerakan api agar tidak semakin meluas atau mendekati kawasan di sekitarnya. Selain menyemprotkan air, mereka menyisir bagian-bagian lahan yang terbakar untuk menemukan titik api dan bara yang masih menyala.
Koordinasi antarpersonel terus dilakukan selama proses penanganan. Area pemadaman dibagi agar titik-titik api yang tersebar dapat dijangkau secara efektif.
Setelah berjibaku selama lebih dari tiga jam, petugas gabungan akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 13.10 WIB. Meski api sudah dapat dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Proses pendinginan dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api tersembunyi yang berpotensi kembali menyala. Langkah tersebut diperlukan karena material kering yang tersisa dapat memicu kebakaran susulan.
Danramil 02/Bintan Timur Kapten Inf Maswendra mengatakan, seluruh unsur terkait segera berkoordinasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
Menurut dia, respons cepat diperlukan karena luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare. Tanpa penanganan segera, api dikhawatirkan terus merambat dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Begitu menerima laporan dari Babinsa, kami langsung berkoordinasi dengan Damkar dan unsur terkait untuk melakukan penanganan di lapangan. Mengingat luas lahan yang terbakar cukup signifikan, upaya pemadaman harus dilakukan secara cepat agar api tidak semakin meluas,” kata Maswendra.
Maswendra menjelaskan, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Kehadiran berbagai unsur di lapangan juga diperlukan untuk mencegah api merambat ke lokasi lain.
Koramil 02/Bintan Timur bersama aparat kewilayahan akan terus memantau sejumlah lokasi yang dinilai rawan mengalami kebakaran, khususnya ketika cuaca panas dan kondisi lahan mulai mengering.
Selain meningkatkan pengawasan, Maswendra mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Warga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput, semak, atau tanaman kering. Percikan api berukuran kecil dapat membesar dalam waktu singkat apabila mengenai material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kepedulian masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan kering dan rawan terbakar,” ujar Maswendra.
Ia meminta masyarakat segera melapor kepada aparat setempat atau petugas pemadam kebakaran apabila melihat kepulan asap maupun menemukan titik api. Laporan sejak dini dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.
Hingga proses pemadaman dan pendinginan selesai, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api atau aktivitas yang diduga memicu kebakaran tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kebakaran menghanguskan lahan kosong seluas sekitar empat hektare.














