Lebak, Jurnalkota.co.id
Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali ditemukan di Kabupaten Lebak, Banten. Seorang warga Rangkasbitung dilaporkan terjangkit DBD dan harus menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Kasus terbaru tersebut menambah daftar warga yang terpapar DBD di wilayah Rangkasbitung dalam sepekan terakhir. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT 01 RW 09 Kelurahan Rangkasbitung Timur, Imam, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan DBD, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan.
“Kami minta masyarakat agar mewaspadai penularan kasus DBD,” kata Imam di Lebak, Jumat (5/6/2026).
Menurut dia, warga yang terbaru teridentifikasi positif DBD adalah Atin (45), warga Pasir BPM Rangkasbitung. Atin saat ini menjalani perawatan di Klinik Husada setelah mengalami gejala yang mengarah pada infeksi demam berdarah.
Imam menjelaskan, dalam kurun waktu satu pekan terakhir setidaknya terdapat tiga warga di lingkungan RT 01 RW 09 Pasir BPM yang dinyatakan positif DBD. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman penyebaran penyakit masih perlu menjadi perhatian serius masyarakat.
“Saat ini penderita yang terakhir terkonfirmasi DBD sudah menjalani perawatan selama tiga hari,” ujarnya.
Ia mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk penyebab DBD.
“Kami minta warga menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan rutin melakukan PSN, apalagi curah hujan masih cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, suami pasien, Baban (45), mengaku terus mendampingi istrinya selama menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Ia berharap kondisi kesehatan sang istri segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Kami berharap istri saya segera sembuh dan bisa kembali ke rumah,” ujar Baban.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan guna menekan penyebaran DBD.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah, mengatakan kebersihan lingkungan menjadi faktor utama dalam mencegah berkembangnya populasi nyamuk pembawa virus dengue.
Menurut Firman, hingga saat ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Lebak telah mencapai 391 kasus. Angka tersebut berpotensi terus bertambah apabila masyarakat tidak melakukan langkah-langkah pencegahan secara konsisten.
“Saat ini jumlah warga yang mengalami kasus DBD sebanyak 391 kasus. Angka tersebut bisa terus meningkat jika upaya pencegahan tidak dilakukan secara maksimal,” kata Firman.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjalankan program 3M Plus secara rutin, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, penggunaan larvasida atau Abate juga dianjurkan untuk membunuh jentik nyamuk pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras secara rutin.
“Kami berharap masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus dan penggunaan Abate sehingga mata rantai penyebaran DBD dapat diputus,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi yang berlangsung beberapa hari, terutama jika disertai nyeri sendi, sakit kepala, mual, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan kasus DBD di Kabupaten Lebak dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat.
Penulis: Noma
Editor: Antoni








