Lebak, Jurnalkota.co.id
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyelenggarakan pelatihan empat bidang keterampilan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi remaja usia produktif yang tengah mencari pekerjaan.
Program pelatihan ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di tengah masyarakat.
Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Charuliyanto, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat, terutama remaja usia produktif, agar memiliki kemandirian ekonomi. Harapannya, mereka tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan,” ujar Rully, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, peserta pelatihan difokuskan pada kelompok remaja pencari kerja yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui peningkatan keterampilan.
Adapun empat bidang keterampilan yang dilatihkan meliputi komputer, menjahit, otomotif, dan digital printing. Masing-masing bidang akan diikuti oleh 16 peserta, sehingga total peserta yang terlibat dalam program tersebut mencapai puluhan orang.
Rully menuturkan, pelatihan berbasis keterampilan saat ini menjadi kebutuhan mendesak, seiring dengan tuntutan dunia kerja yang semakin mengedepankan kompetensi dan kecakapan praktis.
“Pasar kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kemampuan. Karena itu, pelatihan keterampilan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja,” katanya.
Seluruh biaya pelatihan, lanjut dia, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga bulan dan akan dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah.
Selain itu, Disnaker memastikan bahwa para instruktur yang dilibatkan dalam pelatihan telah memiliki sertifikasi nasional, sehingga kualitas pembelajaran dapat terjamin.
“Para instruktur sudah tersertifikasi secara nasional, sehingga diharapkan mampu mentransfer ilmu dan keterampilan secara optimal kepada para peserta,” jelas Rully.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta tidak hanya memiliki keterampilan dasar, tetapi juga keberanian untuk memulai usaha secara mandiri di lingkungan masing-masing.
“Target kami, setelah selesai pelatihan, peserta bisa langsung memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan produktif.
Penulis: Noma
Editor: Antoni










