Omzet UMKM Gula Aren Badui Tembus Rp180 Juta per Bulan, Serap Tenaga Kerja Lokal

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) gula aren asal Badui, Kabupaten Lebak, Banten, mencatat omzet hingga Rp180 juta per bulan. Tingginya permintaan dari pasar tradisional menjadi pendorong utama produksi komoditas tersebut.

Salah satu pelaku UMKM, Medi, mengatakan, pihaknya telah memasok gula aren ke pedagang pengecer di Pasar Rangkasbitung selama lima tahun terakhir.

“Kami sudah lima tahun memasok gula aren Badui ke Pasar Rangkasbitung,” ujar Medi, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, gula aren produksi Badui memiliki keunggulan dari segi rasa yang manis, aroma khas, serta daya tahan yang lebih lama. Hal itu membuat produk tersebut banyak diminati, baik untuk bahan baku kuliner seperti dodol maupun sebagai pemanis minuman.

Dalam sehari, Medi mampu memproduksi sekitar 300 kuintal gula aren dengan harga jual Rp20.000 per kilogram. Dari jumlah tersebut, ia meraup pendapatan sekitar Rp6 juta per hari atau setara Rp180 juta per bulan.

“Alhamdulillah, usaha ini sangat membantu ekonomi keluarga. Selain itu, kami juga bisa menyerap tenaga kerja hingga empat orang,” kata dia.

Medi menuturkan, usaha produksi gula aren yang digelutinya bermula saat ia bekerja di sebuah pabrik dodol di Kabupaten Tangerang. Dari pengalaman tersebut, ia melihat tingginya kebutuhan bahan baku gula aren di industri makanan.

Ia kemudian memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan memulai usaha produksi gula aren secara mandiri.

“Kami berharap ke depan produksi gula aren ini bisa menembus pasar ekspor, sehingga bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan bahwa gula aren menjadi salah satu produk unggulan daerah, termasuk di kawasan permukiman Badui.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 11.000 pelaku UMKM gula aren yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Lebak. Ketersediaan bahan baku dari pohon aren yang melimpah menjadi faktor utama berkembangnya usaha tersebut.

“Perputaran uang dari usaha gula aren ini bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulan,” kata Imam.

Pemerintah daerah, lanjut dia, terus melakukan pembinaan agar para perajin gula aren mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional.

“Kami dorong agar produk gula aren Lebak bisa menembus pasar nasional hingga mancanegara,” ujarnya.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *