Distribusi Rokok Ilegal di Kepri Tersendat, Usai Kunjungan Dirjen Bea Cukai ke Batam

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Kunjungan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, ke Kota Batam berdampak pada distribusi rokok ilegal di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Sejak kedatangan pejabat tinggi ini, alur peredaran rokok tanpa cukai dari Batam ke sejumlah daerah di Kepri mulai tersendat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasokan rokok ilegal yang biasanya mengalir lancar kini terhenti di beberapa titik. Aktivitas di sejumlah gudang terpantau menurun, bahkan sebagian pemasok memilih menahan stok.

Gangguan distribusi ini diduga terjadi sejak Dirjen Bea dan Cukai melakukan pemantauan langsung di Batam. Sejumlah sumber menyebutkan, para pelaku distribusi memilih bersikap lebih hati-hati demi menghindari razia.

Rokok tanpa cukai yang selama ini beredar luas di wilayah seperti Tanjungpinang dan Bintan mulai langka di pasaran. Para pengecer mengaku kesulitan mendapatkan pasokan.

Beberapa merek rokok ilegal seperti H&D dan H Mind, yang cukup dikenal di kalangan konsumen menengah ke bawah karena harganya yang murah, kini mulai sulit ditemukan. Para pedagang memprediksi harga akan naik dalam waktu dekat. Ada pula dugaan bahwa para pelaku akan mengubah merek maupun desain kemasan untuk menghindari identifikasi.

Batam diketahui menjadi pintu utama masuknya rokok ilegal ke wilayah Kepri. Barang-barang tersebut didistribusikan ke berbagai pulau melalui jalur laut yang sulit diawasi, termasuk pelabuhan-pelabuhan tidak resmi atau “pelabuhan tikus”.

Tanjungpinang dan Bintan disebut sebagai pasar terbesar dalam peredaran rokok noncukai di wilayah ini. Permintaan tinggi membuat kedua daerah tersebut menjadi sasaran utama distribusi.

Praktik peredaran rokok ilegal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Harga yang lebih murah menjadi daya tarik utama bagi konsumen, meski negara dirugikan dari sisi penerimaan cukai.

Kehadiran Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama di Batam dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah akan lebih serius menangani peredaran rokok ilegal. Langkah ini diyakini menjadi bagian dari operasi penegakan hukum yang lebih luas.

Seorang pengecer di Tanjungpinang mengaku tidak menerima pasokan rokok ilegal selama hampir dua pekan terakhir.

“Biasanya tiap minggu masuk, sekarang kosong,” ujar pedagang tersebut kepada Jurnalkota.co.id, Rabu (13/8/2025), sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *