DKI Jakarta Jadikan Rusunawa Pesakih Percontohan Program Pencegahan Obesitas Berbasis Komunitas

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian obesitas di masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di Rusunawa Pesakih Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Novo Nordisk Indonesia, Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, pengurus RW dan RT, serta tokoh masyarakat setempat. FGD dilaksanakan untuk menggali kebutuhan, tantangan, serta harapan warga terkait upaya pencegahan obesitas yang akan diterapkan di lingkungan rumah susun.

Langkah ini menjadi tahapan awal dalam penyusunan program kesehatan berbasis komunitas yang dirancang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah berharap program yang disusun tidak hanya bersifat formalitas, tetapi mampu memberikan dampak langsung terhadap perubahan perilaku hidup sehat warga.

Obesitas saat ini menjadi salah satu persoalan kesehatan yang terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun global. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan berat badan, tetapi juga berkontribusi terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan metabolisme lainnya.

Karena itu, obesitas kini telah diakui sebagai penyakit kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan dan pendekatan yang menyeluruh. Upaya pengendaliannya tidak cukup hanya melalui pelayanan kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan lingkungan yang sehat serta keterlibatan aktif masyarakat.

Melalui program Cities for Better Health (CBH), DKI Jakarta mengembangkan pendekatan kolaboratif yang menitikberatkan pada peningkatan aktivitas fisik, akses terhadap makanan sehat, serta pencegahan obesitas sejak usia dini. Program ini merupakan bagian dari jaringan global yang mendorong kemitraan antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.

Dalam sesi diskusi, warga Rusunawa Pesakih menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menerapkan pola hidup sehat. Beberapa persoalan yang mengemuka antara lain belum optimalnya pemanfaatan fasilitas olahraga, keterbatasan akses terhadap makanan sehat dengan harga terjangkau, serta minimnya edukasi terkait obesitas dan pola makan sehat.

Warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah dan mitra pembangunan dapat menghadirkan program yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan sesaat. Mereka mengusulkan adanya kegiatan olahraga rutin yang melibatkan seluruh kelompok usia, penyediaan instruktur atau pelatih olahraga, penguatan kebun komunitas, hingga edukasi kesehatan yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Masukan tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan program yang akan dijalankan secara bertahap. Pemerintah mengedepankan prinsip co-design atau perancangan bersama masyarakat, sehingga warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program.

Pada tahap awal, program akan difokuskan pada pemetaan kebutuhan masyarakat dan pengumpulan data dasar terkait kondisi kesehatan warga. Selanjutnya akan dilakukan berbagai kegiatan promosi kesehatan, skrining kesehatan berkala, edukasi gizi seimbang, pengembangan kebun komunitas, serta peningkatan aktivitas fisik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Rusunawa Pesakih Daan Mogot dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan program kesehatan berbasis komunitas. Kawasan ini dihuni lebih dari 1.100 keluarga dengan karakteristik masyarakat yang beragam, sehingga dianggap representatif untuk menjadi model pelaksanaan program.

Selain itu, keberadaan pengurus lingkungan yang aktif serta dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting dalam mendorong keberhasilan program. Jika implementasi program berjalan efektif, model yang dikembangkan di Rusunawa Pesakih akan direplikasi di rumah susun lain yang berada di wilayah DKI Jakarta.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Indikator utama yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat serta meningkatnya kualitas hidup warga secara keseluruhan.

Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pemerintah berharap program yang dihasilkan lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan warga, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang.

“Pengendalian obesitas adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung generasi yang lebih produktif di masa depan,” demikian komitmen yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, Rusunawa Pesakih Daan Mogot diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan kesehatan berbasis komunitas sekaligus menjadi langkah nyata dalam menekan angka obesitas di DKI Jakarta secara berkelanjutan.

 

Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *