Hadapi Potensi Unjuk Rasa, 77 Personel Polresta Tanjungpinang Jalani Latihan Dalmas

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Sebanyak 77 personel gabungan Polresta Tanjungpinang mengikuti latihan Pengendalian Massa (Dalmas) untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polresta Tanjungpinang.

Latihan berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Rabu (19/8/2026), mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Samapta (Kasat Samapta) Polresta Tanjungpinang AKP Adam Yulizar Sasono.

Sebelum memasuki materi latihan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan. Apel digelar untuk memeriksa kehadiran, kelengkapan, serta kesiapan personel sebelum menjalani rangkaian simulasi pengendalian massa.

Pemeriksaan awal juga dilakukan guna memastikan setiap personel memahami tugas, posisi, dan tanggung jawabnya dalam formasi Dalmas. Hal tersebut penting karena keberhasilan pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya bergantung pada kesiapan peralatan, tetapi juga koordinasi dan kedisiplinan setiap anggota.

Dalam latihan tersebut, personel mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan tahapan penanganan aksi unjuk rasa. Materi meliputi latihan negosiator, Dalmas Awal, hingga Dalmas Lanjut.

Personel juga mempraktikkan berbagai formasi dan sikap yang digunakan ketika menghadapi perubahan situasi di lapangan. Formasi yang dilatih antara lain Banjar Tiga, Bersaf, dan Paruh Lembing.

Selain itu, personel mempraktikkan Sikap Berlindung, Sikap Dorong, Sikap Desak, serta Sikap Dasar Dalmas. Setiap formasi dan gerakan dilakukan secara berulang agar dapat diterapkan dengan terkoordinasi ketika personel menghadapi situasi sebenarnya.

Latihan negosiator menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Negosiasi diperlukan sebagai upaya komunikasi dengan peserta aksi agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Sementara itu, Dalmas Awal dan Dalmas Lanjut diterapkan sesuai tingkat eskalasi situasi di lapangan. Personel dituntut memahami tahapan penanganan agar setiap tindakan yang dilakukan tetap sesuai dengan prosedur dan kondisi yang dihadapi.

Kasat Samapta Polresta Tanjungpinang AKP Adam Yulizar Sasono mengatakan, latihan Dalmas bertujuan meningkatkan kemampuan personel, baik secara individu maupun dalam satuan.

Dengan latihan tersebut, personel diharapkan mampu mengambil tindakan secara tepat, terukur, dan sesuai prosedur ketika mengamankan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

“Latihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel, termasuk kemampuan dalam menggunakan peralatan Dalmas serta penerapan formasi dan cara bertindak ketika menghadapi aksi unjuk rasa yang berpotensi berkembang menjadi tindakan anarkis,” ujar Adam.

Menurut dia, pemahaman terhadap formasi dan tahapan pengendalian massa harus terus diperkuat melalui latihan. Sebab, situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat sehingga memerlukan kesiapan, konsentrasi, dan koordinasi seluruh personel.

Latihan juga diarahkan untuk membangun kesamaan pola tindakan di antara anggota. Dengan demikian, setiap personel dapat bergerak sebagai satu kesatuan dan tidak mengambil tindakan sendiri di luar komando.

Penguasaan penggunaan perlengkapan Dalmas turut menjadi perhatian dalam latihan. Personel harus mengetahui fungsi setiap perlengkapan sekaligus mampu menggunakannya secara benar sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan pengendalian diri personel. Dalam menghadapi massa, anggota dituntut tetap tenang, tidak mudah terpancing, serta mampu menjalankan perintah secara terukur.

Kesiapsiagaan itu diperlukan untuk memastikan pengamanan aksi unjuk rasa tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, personel juga harus dapat mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat apabila terjadi peningkatan eskalasi.

Melalui latihan berkala, potensi kekurangan dalam pelaksanaan tugas dapat diketahui lebih awal. Hasil latihan selanjutnya menjadi bahan perbaikan agar kesiapan personel semakin optimal.

Setelah seluruh materi selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan apel konsolidasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kembali kondisi personel dan perlengkapan setelah latihan.

Polresta Tanjungpinang juga menggelar analisis dan evaluasi (anev) terhadap pelaksanaan latihan. Evaluasi diperlukan untuk menilai pemahaman personel terhadap materi, ketepatan penerapan formasi, kekompakan satuan, serta pelaksanaan instruksi dari pimpinan.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan latihan berikutnya. Personel yang masih memerlukan penguatan pada materi tertentu dapat kembali mendapatkan pembinaan dan latihan.

Polresta Tanjungpinang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme serta kemampuan personel dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengamanan kepada masyarakat.

Peningkatan kemampuan Dalmas menjadi bagian dari langkah antisipasi kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Tanjungpinang agar tetap aman dan kondusif.

Dengan kesiapan personel yang memadai, setiap penyampaian aspirasi masyarakat diharapkan dapat dikawal secara profesional sehingga berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

Seluruh rangkaian latihan Dalmas berlangsung aman, tertib, dan terkendali hingga kegiatan berakhir.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed