Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pendidikan karakter dalam proses tumbuh kembang anak di era digital saat ini. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pentas Seni dalam rangka Anniversary ke-13 TK Dhiya yang diselenggarakan Yayasan Tuah Kelapa di Ballroom Hotel Pelangi, Jalan D.I. Panjaitan Kilometer 6, Tanjungpinang, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ajang bagi peserta didik untuk menampilkan berbagai kreativitas dan bakat seni yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di TK Dhiya. Beragam penampilan ditampilkan oleh anak-anak dengan penuh percaya diri, mulai dari tarian, pertunjukan seni, hingga penampilan edukatif yang mengundang apresiasi para orang tua dan tamu undangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bunda PAUD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Nela Tri Hasrina, para guru, orang tua murid, serta sejumlah tokoh pendidikan di Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Lis Darmansyah mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah membawa perubahan besar terhadap pola hidup dan cara belajar anak-anak. Generasi masa kini tumbuh di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi digital yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, perkembangan tersebut memberikan banyak manfaat bagi proses pembelajaran. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua dan tenaga pendidik dalam membentuk karakter anak.
“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari. Anak-anak kita hari ini tumbuh di era digital yang tentu sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Namun demikian, kita tidak boleh menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan kepada teknologi,” ujar Lis Darmansyah.
Ia menilai pendidikan karakter harus tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, serta rasa hormat kepada orang tua dan guru harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kepribadian anak.
Menurut Lis Darmansyah, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam proses tersebut. Pendidikan yang diberikan di sekolah harus diperkuat dengan pembiasaan positif di lingkungan rumah sehingga anak memperoleh pendidikan yang utuh dan berkesinambungan.
“Saya berharap kepada bapak dan ibu semua, mari bersama-sama mendidik anak-anak kita di rumah dengan petuah-petuah yang mengajarkan adab, tata krama, nilai-nilai budaya, serta cara berpikir yang positif. Tanamkan akhlakul karimah sejak dini sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, beretika, dan berdaya saing,” katanya.
Lis Darmansyah menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata. Kemampuan berinteraksi, menghargai orang lain, bekerja sama, serta memiliki rasa empati juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan pentas seni yang dinilai menjadi salah satu media efektif dalam mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar tampil di depan umum, membangun kepercayaan diri, berkolaborasi dengan teman, serta mengembangkan kreativitas mereka.
“Pentas seni bukan sekadar hiburan. Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang mampu melatih keberanian, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan sosial anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Lis Darmansyah juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Tuah Kelapa dan seluruh tenaga pendidik TK Dhiya yang selama 13 tahun telah berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak usia dini di Kota Tanjungpinang.
Menurutnya, dedikasi para guru dalam mendidik dan membimbing anak-anak menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia berharap momentum Anniversary ke-13 TK Dhiya dapat menjadi semangat baru bagi seluruh jajaran sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi pembelajaran, penguatan karakter, maupun pengembangan kreativitas peserta didik.
“Pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang bagi daerah. Anak-anak yang hari ini kita didik dengan baik akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan Kota Tanjungpinang,” ucapnya.
Pentas Seni Anniversary ke-13 TK Dhiya berlangsung penuh keceriaan dan mendapat sambutan antusias dari para orang tua. Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, keberanian, serta kemampuan sosial anak sebagai bekal menghadapi masa depan.








