Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menghadiri Haflah Takrim Huffadz Al-Qur’an Sakinah Boarding School SMPIT dan SMAIT As-Sakinah Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Gedung Guru Raja Ahmad Engku Haji Tua PGRI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (24/5/2026).
Kegiatan bertema “Muliakan Al-Qur’an, Lahirkan Generasi Emas Berjiwa Qur’ani” tersebut diikuti sebanyak 126 santri SMPIT dan SMAIT As-Sakinah sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru. Para santri bersama orang tua tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan keagamaan mereka.
Dalam sambutannya, Zulhidayat menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para guru, serta orang tua yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk generasi penghafal Al-Qur’an di Kota Tanjungpinang.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada As-Sakinah Boarding School, para guru, dan seluruh orang tua yang telah mendampingi anak-anak hingga menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an,” kata Zulhidayat.
Menurut dia, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya membentuk kemampuan menghafal, tetapi juga membangun karakter, akhlak, serta kepribadian generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia menilai para santri yang berhasil menghafal Al-Qur’an merupakan aset penting daerah yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Menjadi penghafal Al-Qur’an bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesungguhan, disiplin, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan yang baik,” ujarnya.
Zulhidayat mengatakan, kegiatan Haflah Takrim Huffadz Al-Qur’an tersebut juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam pengentasan buta huruf Al-Qur’an melalui program Bima Sakti.
Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kegiatan ini seyogianya membantu pemerintah dalam mengimplementasikan program Bima Sakti, terutama dalam pengentasan buta huruf Al-Qur’an di masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan agama memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi terhadap generasi muda.
Karena itu, menurut Zulhidayat, orang tua tidak hanya memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan formal kepada anak, tetapi juga memastikan nilai-nilai Al-Qur’an tertanam dalam kehidupan sehari-hari.
“Hak dan kewajiban orang tua bukan hanya memberikan pendidikan umum, tetapi juga memastikan anak-anak memiliki dasar agama yang kuat serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhidayat juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus menjaga hafalan dan memperdalam pemahaman terhadap isi kandungan Al-Qur’an melalui tadabur dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa capaian menjadi hafiz dan hafizah bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Anak-anak harus bersyukur karena telah dipilih menjadi hafiz dan hafizah. Jangan cepat berpuas diri. Terus belajar, mentadaburi, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Zulhidayat berharap para santri As-Sakinah dapat tumbuh menjadi generasi emas berjiwa Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial.
Ia optimistis generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an akan menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.
“Semoga anak-anak semua menjadi generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, daerah, serta mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Haflah Takrim Huffadz Al-Qur’an tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para santri yang berhasil mencapai target dalam empat program Al-Qur’an Sakinah Boarding School.
Selain itu, sertifikat juga diberikan kepada seluruh peserta Haflah Takrim sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan ketekunan mereka dalam menghafal Al-Qur’an.
Suasana haru terlihat saat sejumlah orang tua mendampingi anak-anak mereka menerima penghargaan di atas panggung. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun pihak sekolah atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan berbasis Al-Qur’an.














