Harapan Bupati Direspons, BPJN Siapkan Rp90 Miliar Perbaikan Jalan Jelang MTQ Riau 2026

Jasa Maklon Sabun

Pekanbaru, Jurnalkota.co.id

Pemerintah pusat mulai merespons harapan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, terkait percepatan perbaikan jalan nasional menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau ke-44 dan Pacu Jalur 2026.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau menyiapkan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan strategis di wilayah tersebut. Anggaran ini difokuskan untuk memastikan kelancaran arus transportasi selama dua agenda besar tersebut berlangsung.

Kepala BPJN melalui Kasubag BPJN, Rudiasman, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap kesiapan Kuansing sebagai tuan rumah MTQ Riau 2026.

“Ini sekaligus menjawab harapan Pak Bupati terkait percepatan perbaikan jalan nasional untuk menghadapi MTQ Riau di Kuansing dan Pacu Jalur 2026,” ujar Rudiasman, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, alokasi anggaran tersebut dibagi untuk dua ruas utama. Pertama, ruas Pekanbaru hingga batas Kuantan Singingi yang mendapat porsi sekitar Rp60 miliar. Kedua, ruas Kuantan Singingi hingga batas Sumatera Barat yang dialokasikan sekitar Rp30 miliar.

Menurut Rudiasman, perbaikan jalan ini menjadi langkah strategis mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang diperkirakan terjadi selama pelaksanaan MTQ dan tradisi Pacu Jalur yang menjadi daya tarik wisata unggulan di daerah tersebut.

“Kami siap mendukung kelancaran arus transportasi sesuai harapan Pak Bupati,” katanya.

Saat ini, proses perbaikan jalan sudah mulai dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas di antaranya berada di wilayah Sungai Pagar, Simalinyang, hingga Lipat Kain.

Perbaikan dilakukan secara bertahap dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai perbatasan Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memperlancar distribusi logistik selama kegiatan berlangsung.

Meski demikian, BPJN juga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satu persoalan utama adalah kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), terutama angkutan batubara dari wilayah Jambi dan Sumatera Barat.

“Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama jalan cepat rusak,” ujar Rudiasman.

Ia menegaskan, tanpa pengendalian kendaraan ODOL, upaya perbaikan jalan berpotensi tidak bertahan lama. Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor, termasuk pengawasan dari aparat terkait, untuk menjaga kualitas jalan yang telah diperbaiki.

Dengan adanya dukungan anggaran dan percepatan pekerjaan di lapangan, diharapkan kesiapan infrastruktur jalan di Kuansing dapat optimal saat pelaksanaan MTQ Riau ke-44 pada Juni 2026 mendatang. Selain mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, perbaikan ini juga diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *