Harga Emas Terus Meroket, Jadi Sinyal Dini Ketidakpastian Ekonomi Global

Jasa Pembuatan Lagu

Lebak, Jurnalkota.co.id

Harga Emas kembali mencetak rekor tertinggi. Pada Jumat (30/1/2026), harga Emas murni 24 karat di pasar Rangkasbitung tercatat mencapai Rp2.980.000 per gram untuk harga beli, sementara harga jual berada di kisaran Rp2.880.000 per gram.

Lonjakan harga Emas tersebut dinilai bukan sekadar fenomena pasar biasa, melainkan menjadi sinyal awal (early warning system) bahwa perekonomian Global tengah berada dalam fase ketidak pastian.

Pemilik Toko Emas H. Juli di Pasar Rangkasbitung, H. Juli, mengatakan, kenaikan harga emas berkorelasi erat dengan melemahnya kepercayaan terhadap instrumen keuangan konvensional, seperti bunga dan Mata Uang Global.

“Dalam perspektif ekonomi, ketika bunga Global fluktuatif dan cenderung rendah, Emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset aman,” ujar H. Juli.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Global, termasuk di Amerika Serikat, turut memengaruhi pergeseran minat Investor dari instrumen berbasis bunga ke emas.

“Ketika bunga tidak lagi menarik, masyarakat dan investor mencari aset yang dianggap paling aman. Sejak dulu, emas selalu menjadi pilihan,” kata dia.

Sementara itu, Eni, warga Rangkasbitung, mengaku tetap membeli Emas meski harganya sedang tinggi. Menurutnya, Emas masih menjadi instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman.

“Walaupun harga Emas sedang mahal, saya tetap membeli untuk investasi. Saya sudah lama berlangganan di toko Emas H. Juli, pelayanannya juga baik,” ujar Eni.

Ia berharap harga Emas ke depan bisa kembali turun agar lebih terjangkau oleh masyarakat luas. “Kalau harganya bisa seperti dulu, tentu akan lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.

Penulis: Noma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *