Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Menyambut peringatan Hari Kartini 2026, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang menggelar aksi sosial dengan menyasar warga binaan perempuan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus upaya menghadirkan semangat Kartini bagi perempuan yang tengah menjalani masa pembinaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua GOW Kota Tanjungpinang, Handayani Raja Ariza, bersama jajaran pengurus. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, rombongan GOW berinteraksi langsung dengan para warga binaan, menyerahkan bantuan sosial, serta memberikan dukungan moral agar mereka tetap kuat menjalani kehidupan.
Sebanyak 35 warga binaan perempuan menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi bentuk perhatian dari masyarakat luar terhadap mereka.
Handayani menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengedepankan nilai empati dan kepedulian sosial.
“Melalui momentum Hari Kartini ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan ibu-ibu warga binaan. Kami ingin berbagi, bersilaturahmi, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri dalam menjalani kehidupan,” ujar Handayani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Rutan dan seluruh jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Handayani menekankan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak besar dari segi materi, namun memiliki makna yang lebih dalam sebagai simbol kepedulian dan harapan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa memberikan manfaat dan menjadi simbol kasih. Kami percaya setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para warga binaan agar menjadikan masa lalu sebagai pelajaran berharga.
“Masa lalu biarlah menjadi pembelajaran. Yang terpenting adalah bagaimana kita menata masa depan dengan lebih baik. Tetap semangat dan jalani proses ini dengan penuh harapan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, menyambut baik kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh GOW Kota Tanjungpinang.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi warga binaan, terutama dalam membangun kembali kepercayaan diri dan semangat hidup mereka.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu-Ibu GOW yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan kami. Ini sangat berarti bagi mereka, karena merasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” ujar Alanta.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh berbagai pihak sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembinaan warga binaan di dalam rutan.
“Kami membuka diri bagi organisasi atau pihak manapun yang ingin berkontribusi. Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi amal jariah dan membawa keberkahan bagi semua,” katanya.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan tausiah atau santapan rohani yang disampaikan oleh Hj. Sulikah, yang juga merupakan pengurus GOW Kota Tanjungpinang. Dalam tausiahnya, ia mengajak para warga binaan untuk tetap mendekatkan diri kepada Tuhan serta menjaga harapan dalam menjalani kehidupan.
Suasana haru dan kebersamaan terasa saat kegiatan ditutup dengan sesi bersalam-salaman antara pengurus GOW dan seluruh warga binaan perempuan. Momen tersebut menjadi simbol kehangatan, kepedulian, serta semangat kebangkitan yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini.
Melalui kegiatan ini, GOW Kota Tanjungpinang berharap semangat Kartini tidak hanya dimaknai sebagai sejarah perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai inspirasi untuk terus menebar kebaikan, memperkuat solidaritas, dan membuka harapan baru bagi setiap perempuan, tanpa terkecuali.











