Inses marak, Salah siapa?

Jasa Maklon Sabun

www.jurnalkota.co.id

Oleh Santika 
Pemerhati Remaja

Media Sosial dihebohkan dengan adanya grup Facebook di X “Fantasi Sedarah” yang isinya berisi konten-konten yang berbau eksploitasi dan fantasi seksual sedarah (inses) yang membuat resah dan gundah masyarakat. Karena, konten-konten tersebut ternyata memiliki follower sebanyak 39.764. Setelah heboh, akun ini pun berganti nama dengan nama akun “suka duka” dengan isi konten yang sama. Mirisnya ternyata akun tersebut sudah ada semenjak 15 tahun yang lalu. (republika.co.id, Sabtu (17/5/2025).

Sungguh menjijikan, negeri yang terkenal mayoritas muslim kini menjadi ternoda, sebab hubungan seksual sedarah jelas-jelas dilaknat oleh Allah Swt.

Beredar berita pengiriman mayat bayi via ojeg online (ojol) dengan alamat yang dituju adalah sebuah Masjid yang terletak di sebelah pemakaman. Peristiwa menghebohkan ini terjadi di Medan, Sumatera Utara. Bayi tersebut dibuang oleh kakak beradik yang ternyata memiliki hubungan inses. Berbagai kasus inses yang marak terjadi di Indonesia, merupakan indikasi bahwa pergaulan saat ini sudah berada diluar batas kewajaran. Bahkan telah keluar dari fitrahnya sebagai manusia, melebihi binatang.

Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Di era digitalisasi dan globalisasi, arus media sosial sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Arus ini tentunya membawa dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif tentunya merupakan sebuah keberhasilan tekhnologi, namun dampak negatifnya, media sosial ini membawa arus pemikiran yang merusak generasi, yaitu perang pemikiran yang digencarkan oleh kaum Barat.

Kaum sekuler Barat sangat gencar mengkampanyekan 3F dan 1M (food, fashion, fun dan movies). Dari sinilah muncul dekadensi moral, budaya, pergaulan yang bebas tanpa batas. Akibatnya muncullah pribadi-pribadi yang berpaham liberalisme alias paham kebebasan. Tidak heran tentunya jika muncul berbagai kasus inses saat ini.

Belum lagi merebaknya pola pikir sekuler yang memisahkan ajaran agama dari kehidupan, sehingga menambah kekacauan di tengah masyarakat. Sebab, sejatinya agama itu adalah penjaga bagi individu, masyarakat dan Negara.

Mirisnya saat ini, sekularisme yang disebarkan oleh Barat telah berhasil memengaruhi sebagian besar umat Muslim, sehingga mereka banyak yang tidak paham bahwa tugas hidup kita di dunia adalah hanya untuk beribadah. Sekularisme menyebabkan munculnya individu-individu yang hedonis, individualis dan liberal, jauh dari kepribadian Islam. Secara otomatis maka terbentuklah masyarakat yang Individualis. Menjadikan padamnya amar makruf nahi mungkar antar sesama muslim.

Hal ini diperparah dengan negara yang tidak berperan dalam pengontrolan atau periayahan umat. Malah terkesan abai dalam menghadirkan ruang media sosial yang aman dan tidak melanggar norma-norma agama. Justru dengan asas kapitalismenya negara merasa diuntungkan dengan adanya flatfrom-flatfrom di media sosial. Maka, negara menjadi kaku dan enggan memblokir situs-situs berbahaya di media sosial itu. Akhirnya semakin suburlah media sosial yang menyuguhkan konten-konten pornografi.

Contohnya, ketika media sosial X (Twitter) yang menyuguhkan konten pornografi diancam akan diblokir oleh Kementrian Informasi (KEMINFO), namun pada akhirnya KEMINFO membatalkannya, dengan dalih X sudah memenuhi permintaan untuk memblokir. Faktanya, sampai saat ini media X masih saja bertengger di jagad maya.

Belum lagi kemiskinan yang terstruktur di negeri ini disinyalir menjadi salah satu pemicu terjadinya inses. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat bernaung malah menjadi tempat yang tidak nyaman, karena ketidakharmonisan yang terjadi.

Seorang ibu yang seharusnya menjadi tulang rusuk malah menjadi tulang punggung. Peran ibu digantikan oleh ayah yang menjadi pengangguran akibat sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Ketika menganggur di rumah itulah hasrat seksualnya yang menyimpang berusaha untuk disalurkan. Tidak peduli terhadap nasib korban yang tidak lain adalah anak atau saudara kandung sendiri.

Semua faktor yang muncul di atas adalah akibat diterapkannya sistem sekularisme-kapitalisme yang mencengkram negeri ini. Sehingga membentuk kombinasi antara miskin harta, miskin ilmu, miskin akhlak, dan miskin iman.

Sistem Islam akan senantiasa menutup celah terjadinya inses. Karena Inses merupakan kemaksiatan yang harus segera dimusnahkan. Karena sudah jelas keharamannya. Allah Swt. berfirman dalam Quran surat An-Nisa ayat 23 yang artinya:

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perempuanmu, ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu istri-istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum bercampur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), tidak berdosa bagimu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan pula) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dalam sistem Islam, ketika Allah sudah mengharamkan, maka akan serta merta negara mengontrol dan mengupayakan agar inses tidak terjadi. Tentunya akan ada kerjasama antara individu, keluarga, masyarakat dan Negara. Individual dituntut untuk senantiasa menatati syariat Allah dengan berlandaskan aqidah Islam. Sehingga dalam keluarga pun akan mengatur interaksi sesama anggota keluarga. Sebagai contoh, anjuran memisahkan tempat tidur anak dan orang tua, memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan (minimal tidak boleh satu selimut). Seluruh anggota keluarga juga harus dipahamkan mengenai batasan-batasan aurat. Masyarakat pun tidak boleh tinggal diam dengan berbagai bentuk penyimpangan yang ada. Mereka dituntut melakukan aktivitas “amar makruf nahi munkar”, sehingga syu’ur Islam akan senantiasa mewarnai kehidupan. Negara pun menjalankan fungsinya sebagai pengontrol dan penanggung jawab atas semua yang terjadi terhadap warganya, sehingga celah menuju terjadinya inses akan ditutup dengan rapat. Wallahualam bissawab.**

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *