Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Polresta Tanjungpinang mewajibkan sejumlah personelnya mengikuti pembinaan pengendalian berat badan melalui program Indeks Massa Tubuh (IMT). Program ini diikuti ratusan personel yang mengalami kelebihan berat badan (overweight), baik dari tingkat polresta maupun polsek jajaran, Kamis (15/1/2026).
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta mengatakan, program tersebut dilatarbelakangi tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks dan membutuhkan kondisi fisik yang sehat, bugar, serta prima.
“Ke depan, banyak kegiatan yang membutuhkan konsentrasi dan perhatian tinggi. Sebagai anggota Polri, kita harus siap. Salah satunya dengan menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal,” ujar Indra Ranu.
Ia menjelaskan, seluruh personel Polresta Tanjungpinang dan jajaran terlebih dahulu menjalani penimbangan berat badan serta pengukuran tinggi badan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dilakukan seleksi terhadap personel yang masuk kategori kelebihan berat badan.
“Hasilnya, terdapat 108 personel yang masuk kategori overweight. Mereka kemudian mengikuti program pembinaan pengendalian berat badan,” katanya.
Program pembinaan meliputi pengaturan pola makan seimbang serta olahraga rutin. Selama pelaksanaan, kegiatan didampingi dan dipantau langsung oleh dokter serta tenaga medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Tanjungpinang.
Menurut Indra Ranu, performa personel tidak hanya diukur dari kualitas kinerja, tetapi juga kondisi fisik dan penampilan yang mencerminkan kesiapan dalam bertugas.
“Jika performa fisik baik, tentu akan berdampak pada peningkatan kepercayaan dan penilaian masyarakat,” ujarnya.
Sebelum memulai program, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan riwayat penyakit. Kegiatan dilanjutkan dengan pemanasan dan peregangan, kemudian jalan kaki serta lari selama 45 menit.
Ia menambahkan, program pengendalian berat badan ini akan digelar minimal dua kali dalam sepekan hingga mencapai hasil yang maksimal dan mendekati berat badan ideal.
“Penurunan berat badan membutuhkan proses yang cukup panjang dan harus dilakukan secara konsisten,” kata Indra Ranu.
Selain berdampak pada kinerja, kelebihan berat badan juga berisiko memicu berbagai penyakit, seperti jantung dan stroke, diabetes, radang sendi, hipertensi, serta asam urat.
“Oleh karena itu, kami ingin menggugah kesadaran personel agar termotivasi mencapai berat badan ideal, sehingga lebih sehat dan terhindar dari penyakit,” pungkasnya.








